Pernahkah kamu merasa bingung bagaimana cara menjelaskan seberapa sering kamu melakukan rutinitas harian, seperti minum kopi di pagi hari atau berolahraga di akhir pekan? Dalam bahasa Inggris, kita mengenal kelompok kata “ajaib” yang disebut dengan Adverb of Frequency. Secara umum, adverb of frequency adalah kata keterangan yang digunakan untuk menyatakan seberapa sering suatu tindakan atau peristiwa terjadi. Kata ini memberikan gambaran yang lebih jelas kepada lawan bicara mengenai intensitas kebiasaan kita, apakah itu dilakukan setiap waktu, sering, atau bahkan tidak pernah sama sekali.
Memahami penggunaan kata keterangan frekuensi ini bukan hanya soal memperkaya kosakata, tetapi juga tentang bagaimana membangun percakapan yang lebih informatif dan akurat. Dengan kata-kata sederhana seperti always, often, atau never, kamu bisa mengubah kalimat dasar menjadi cerita yang lebih personal dan mendalam tentang gaya hidupmu. Di bagian selanjutnya, kita akan membedah bagaimana posisi kata ini dalam sebuah kalimat agar kamu tidak lagi ragu saat ingin bercerita tentang aktivitas harianmu dengan penuh percaya diri. Mari kita pelajari lebih lanjut agar kemampuan bahasamu semakin mengalir alami!
Topik Pembahasan
Fungsi Adverb of Frequency dalam Bahasa Inggris
Penting untuk dipahami bahwa Adverb of Frequency adalah bagian dari keluarga besar Adverb (kata keterangan). Sebagai adverb, ia memiliki peran yang sangat fleksibel untuk memberikan informasi tambahan pada elemen lain dalam kalimat. Berikut adalah penjelasan maksud dari fungsi-fungsi tersebut agar kamu lebih mudah memahaminya:
Menjelaskan Tindakan (Verb)
Ini adalah fungsi yang paling umum. Adverb of frequency memberikan keterangan seberapa sering sebuah tindakan atau perbuatan dilakukan. Tanpa adverb ini, kita tidak tahu apakah sebuah tindakan itu dilakukan setiap hari atau hanya setahun sekali.
Maksudnya: Memberikan “angka frekuensi” pada sebuah aktivitas.
Contoh: I usually study at night. (Kata “usually” menjelaskan tindakan “study”).
Menjelaskan Kata Sifat (Adjective)
Penggunaan adverb of frequency tidak terbatas pada tindakan atau kata kerja saja, tetapi juga berperan penting dalam memodifikasi kata sifat (adjectives). Dalam konteks ini, kata keterangan tersebut berfungsi untuk menggambarkan konsistensi sebuah kualitas atau keadaan yang melekat pada seseorang atau sesuatu. Tanpa adverb ini, kita hanya memberikan label statis pada sebuah sifat namun dengan menambahkannya, kita memberikan gambaran tentang seberapa sering sifat tersebut muncul atau berlaku.
Maksudnya: Menunjukkan konsistensi dari sebuah sifat atau keadaan.
Contoh: The weather is always sunny in Bali. (Kata “always” menjelaskan kata sifat “sunny”).
Menjelaskan Kata Keterangan Lain (Adverb Lain)
Fungsi ini merupakan tingkat penggunaan yang lebih lanjut, di mana Adverb of Frequency berperan sebagai pembatas atau penjelas bagi kata keterangan lainnya. Dalam pola ini, adverb of frequency tidak lagi langsung memodifikasi kata kerja, melainkan memberikan dimensi intensitas pada seberapa sering suatu cara atau waktu tertentu terjadi.
Maksudnya: Memberikan detail frekuensi pada keterangan yang sudah ada.
Contoh: He almost always drives carefully. (Kata “almost” adalah adverb yang menjelaskan adverb frekuensi “always”).
Menjelaskan Seluruh Kalimat
Penempatan ini disebut sebagai Front Position (posisi depan). Tujuannya adalah untuk menarik perhatian pendengar atau pembaca sejak awal kalimat, sehingga frekuensi menjadi fokus utama dari seluruh informasi yang akan disampaikan.
Maksudnya: Memberikan “nada” atau latar belakang frekuensi bagi seluruh konteks cerita.
Contoh: Sometimes, I feel like traveling alone. (Kata “sometimes” di awal menjelaskan seluruh kondisi yang diceritakan dalam satu kalimat tersebut).
Jenis-Jenis Adverb of Frequency
Dalam tata bahasa Inggris, adverb of frequency memegang peranan penting sebagai elemen yang memberikan kejelasan mengenai intensitas atau kesinambungan suatu tindakan. Secara garis besar, kata keterangan ini terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu definite dan indefinite.
Adverb of Definite Frequency
Digunakan ketika kita ingin menyampaikan informasi waktu secara spesifik dan terukur, biasanya dengan melibatkan satuan waktu yang pasti seperti daily (harian), weekly (mingguan), monthly (bulanan), hingga yearly (tahunan). Dengan jenis ini, lawan bicara mendapatkan gambaran konkret mengenai kapan tepatnya suatu aktivitas diulang.
Adverb of Indefinite Frequency
Bersifat lebih subjektif dan tidak memberikan angka atau jadwal yang pasti. Kategori ini digunakan untuk menggambarkan frekuensi berdasarkan perasaan atau kebiasaan yang cakupannya lebih luas, mulai dari tingkat kepastian tertinggi seperti always (selalu) dan usually (biasanya), intensitas menengah seperti often (sering) dan sometimes (kadang-kadang), hingga tingkat frekuensi yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali seperti seldom (jarang), rarely (sangat jarang), dan never (tidak pernah). Pemilihan di antara kedua jenis ini sangat bergantung pada seberapa detail informasi waktu yang ingin kamu sampaikan dalam sebuah kalimat.

Rumus Adverbs of Frequency dan Contoh Dialognya
Memahami rumus penempatan Adverb of Frequency sangat penting karena posisinya dalam kalimat bisa berubah tergantung pada jenis kata kerja yang digunakan. Berikut adalah panduan rumus dan contoh dialognya :
Adverbs of Frequency dan Contoh Dialognya
Dalam struktur kalimat yang menggunakan kata kerja utama (action verb), posisi kata keterangan frekuensi secara standar diletakkan tepat di antara subjek dan kata kerja. Aturan ini berfungsi untuk memberikan penekanan langsung pada intensitas tindakan yang dilakukan oleh subjek sebelum tindakan itu disebutkan.
Rumus : Subject + Adverb\ of\ Frequency + Main\ Verb
Contoh dialog:
Budi: “Hey Andi, you look so fit. Do you always exercise every morning?” (Hei Andi, kamu terlihat sangat bugar. Apakah kamu selalu berolahraga setiap pagi?)
Andi: “Yes, I do. I usually run for 30 minutes before work. It gives me more energy.” (Ya, benar. Aku biasanya berlari selama 30 menit sebelum bekerja. Itu memberiku lebih banyak energi.)
Budi: “That’s great. Honestly, I rarely go to the gym because I’m too busy with my projects.” (Bagus sekali. Jujur saja, aku jarang pergi ke gym karena terlalu sibuk dengan proyek-proyekku.)
Adverb of Frequency dalam Kalimat Nominal
Berbeda dengan kalimat yang menggunakan kata kerja aktif, pada kalimat nominal (yang mendeskripsikan sifat, identitas, atau kondisi), posisi kata keterangan frekuensi bergeser ke setelah kata kerja bantu. Dalam pola ini, adverb of frequency diletakkan tepat setelah “to be” (am, is, are untuk masa sekarang, atau was, were untuk masa lampau). Hal ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa sering subjek berada dalam keadaan atau situasi tertentu tersebut.
Rumus: Subject + to be + Adverb of Frequency
Contoh dialog :
Santi: “Hi Riko, welcome to the team. Are you usually busy on Monday mornings?” (Hai Riko, selamat datang di tim. Apakah kamu biasanya sibuk pada Senin pagi?)
Riko: “Thank you, Santi. Yes, I am often late to start my tasks if there’s a meeting, but I’ll try to manage it.” (Terima kasih, Santi. Ya, saya sering terlambat memulai tugas jika ada rapat, tapi saya akan mencoba mengaturnya.)
Santi: “Don’t worry. Our clients are rarely angry as long as we give them updates.” (Jangan khawatir. Klien-klien kita jarang marah asalkan kita memberi mereka
Adverb of Frequency untuk Penekanan
Selain posisi standar di tengah kalimat, adverb of frequency dapat digeser ke posisi depan (front position) atau posisi akhir (end position). Penempatan di depan subjek berfungsi sebagai pengantar yang menetapkan ekspektasi frekuensi bagi seluruh isi pernyataan. Sementara itu, meletakkannya di akhir kalimat memberikan penegasan tambahan setelah informasi utama selesai disampaikan.
Rumus:
Adverb of frequency + Subject + Verb + Predicate
Subject + Verb + Predicate + Adverb of Frequency
Contoh dialognya :
Tania: “Fajar, the project is almost done. Do you stay late at the office frequently?” (Fajar, proyeknya hampir selesai. Apakah kamu lembur di kantor dengan sering?)
Fajar: “Sometimes, I stay until 8 PM if there is a lot of paperwork. But I try to finish everything early.” (Kadang-kadang, aku bertahan sampai jam 8 malam jika banyak tumpukan dokumen. Tapi aku berusaha menyelesaikan semuanya lebih awal.)
Tania: “Usually, I don’t take work home. I never check my business email during the weekend to keep my work-life balance.” (Biasanya, aku tidak membawa pekerjaan ke rumah. Aku tidak pernah memeriksa email kerja saat akhir pekan untuk menjaga keseimbangan hidup.)
Adverb of Frequency dalam Kalimat Tanya
Dalam menyusun kalimat tanya (interogatif) mengenai frekuensi, kita menggunakan ‘How often’ sebagai pembuka. Struktur ini memerlukan bantuan auxiliary verb (kata kerja bantu) seperti do atau does untuk masa sekarang, dan did untuk masa lampau. Adverb of frequency sendiri biasanya muncul dalam jawaban, namun dalam pertanyaannya, fokus utama adalah pada kombinasi antara kata tanya dan kata kerja bantu tersebut
Rumus:
Auxiliary verb + Subject + Adverb of Frequency + Verb + Predicate + ?
Contoh dialognya :
Sita: “How often do you go to the cinema in a month, Bimo?” (Seberapa sering kamu pergi ke bioskop dalam sebulan, Bimo?)
Bimo: “I rarely go to the cinema nowadays. I prefer watching movies on streaming platforms at home.” (Aku jarang pergi ke bioskop saat ini. Aku lebih suka menonton film di platform streaming di rumah.)
Adverbs of Frequency dengan Modal Verbs dan Auxiliary Verbs
Dalam kalimat yang lebih kompleks, adverb of frequency bertindak sebagai jembatan. Jika kamu menggunakan kata kerja modal untuk menyatakan kemampuan atau keharusan, atau menggunakan kata kerja bantu dalam bentuk tenses tertentu, letakkan keterangan frekuensinya setelah kata bantu tersebut tetapi sebelum aksi utamanya. Urutan ini sangat penting agar alur logika kalimat tetap terdengar alami bagi penutur asli
Rumus:
Subject + Modal Verb + Adverb of Frequency + Main Verb
Contoh dialognya :
Hana: “The project is getting harder. Should we always check the data twice before sending it?” (Proyeknya semakin sulit. Apakah kita harus selalu memeriksa datanya dua kali sebelum mengirimnya?)
Gani: “Yes, we should. I will usually double-check everything in the morning when my mind is fresh.” (Ya, harus. Aku akan biasanya mengecek ulang semuanya di pagi hari saat pikiranku masih segar.)
Hana: “That’s a good habit. I have never forgotten to save my progress, but I still feel nervous.” (Itu kebiasaan bagus. Aku belum pernah lupa menyimpan progres kerjaku, tapi aku masih merasa gugup.)
Gani: “Don’t worry, you can always ask me for help if you feel overwhelmed.” (Jangan khawatir, kamu bisa selalu meminta bantuanku jika kamu merasa kewalahan.)
Baca Juga: Kapan Harus Menggunakan Negative Adverbs?
Apa Itu Adverb of Place? Simak Penjelasannya!
Dalam menguasai Adverb of Frequency merupakan langkah esensial untuk meningkatkan kualitas komunikasi bahasa Inggris kamu, karena kata-kata ini memberikan dimensi intensitas dan presisi pada setiap rutinitas, fakta, maupun penilaian karakter yang kamu sampaikan. Di ICAN English, kami membantu kamu melampaui sekadar hafalan rumus melalui metode praktik percakapan intensif yang dirancang untuk membangun refleks bicara yang spontan dan percaya diri.
Bersama bimbingan tutor profesional, kamu akan dilatih menggunakan berbagai jenis adverb dalam konteks nyata, sehingga setiap kalimat yang kamu ucapkan tidak hanya benar secara tata bahasa, tetapi juga mengalir dengan luwes. Ayo, segera bergabung dengan ICan English dan transformasikan kemampuan bercerita kamu menjadi lebih informatif!





