contoh kalimat subjunctive

Jenis dan Contoh Kalimat Subjunctive dalam Bahasa Inggris

Secara sederhana, subjunctive adalah bentuk mood atau suasana kalimat yang digunakan untuk mengekspresikan hal-hal yang tidak nyata, pengandaian, harapan, hingga saran yang sifatnya mendesak. Berbeda dengan kalimat pernyataan fakta, subjunctive membawa kamu masuk ke dunia “bagaimana jika” dan memberikan warna tersendiri dalam cara kita berkomunikasi.

Meskipun terdengar teknis, memahami subjunctive sebenarnya adalah kunci untuk membuat bahasa Inggris kamu terdengar lebih alami. Kamu mungkin sering menemui keunikan di dalamnya, seperti penggunaan “were” meskipun subjeknya adalah “I” atau “she”, atau kata kerja yang tetap pada bentuk dasarnya tanpa tambahan “s” meskipun subjeknya tunggal. Melalui artikel ini, kita akan mengupas tuntas bagaimana rumus unik ini bekerja dan mengapa ia sangat penting untuk menunjukkan tingkat kesopanan serta ketegasan dalam percakapan sehari-hari.

Jenis-jenis Subjunctive dan Contoh Kalimatnya 

Mempelajari jenis-jenis ini beserta contoh kalimatnya akan sangat mempermudah kamu dalam memahami struktur bahasa yang lebih kompleks berikut ini merupakan dua jenis utama dari subjunctive dan contoh kalimatnya : 

Present Subjunctive

Jenis ini digunakan untuk menyatakan saran, permintaan, perintah, atau urgensi. Ciri khasnya adalah kata kerja yang digunakan selalu dalam bentuk dasar (Bare Infinitive), tanpa tambahan -s/es meskipun subjeknya tunggal (he, she, it). Biasanya diawali dengan kata kerja seperti: suggest, recommend, ask, insist, demand, atau kata sifat seperti: important, essential, mandatory.

Contohnya : 

  • “The doctor suggests that she drink more water.” (Dokter menyarankan agar dia minum lebih banyak air.)
  • “It is essential that he not be late for the interview.” (Sangat penting bagi dia untuk tidak terlambat dalam wawancara tersebut.)
  • “Do you recommend that we stay in this hotel?” (Apakah kamu merekomendasikan agar kita menginap di hotel ini?)

Past Subjunctive

Jenis ini digunakan untuk menyatakan pengandaian, harapan (wish), atau situasi yang bertolak belakang dengan kenyataan saat ini. Ciri khas yang paling populer adalah penggunaan “were” untuk semua jenis subjek (I, You, They, We, He, She, It).

Contohnya : 

  • “If I were you, I would take that job offer immediately.”
    (Jika aku jadi kamu, aku akan segera mengambil tawaran pekerjaan itu. — Faktanya: Aku bukan kamu.)
  • “If I were a millionaire, I would travel around the world every month.”
    (Jika aku seorang miliarder, aku akan keliling dunia setiap bulan. — Faktanya: Aku bukan miliarder.)

Perbedaan Subjunctive dan Indicative

Memahami perbedaan antara Subjunctive dan Indicative sangat penting karena keduanya mewakili “suasana” (mood) yang berbeda dalam berkomunikasi. Jika salah satu berbicara tentang kenyataan, yang lainnya berbicara tentang kemungkinan atau khayalan. Berikut adalah perbedaan mendasar antara keduanya:

Baca Juga:
Contoh Kalimat Pengandaian dalam Bahasa Inggris
Kalimat Asking For Attention

Strategi Belajar Subjunctive

Belajar Subjunctive memang menantang karena kamu harus “melupakan” sejenak aturan tata bahasa standar. Namun, dengan strategi yang tepat, kamu bisa menguasainya dengan cepat. Berikut adalah strategi belajar efektif agar tidak tertukar antara Subjunctive dan Indicative:

Pahami Konsep “Ketidaknyataan” (Unreality)

Langkah pertama dalam menguasai materi ini adalah dengan menanamkan pemahaman mendasar bahwa Subjunctive bukanlah instrumen untuk menyampaikan fakta, melainkan sebuah gerbang menuju dunia imajinasi dan pengandaian.

Sebagai contoh, jika kenyataannya adalah “I am not rich” (Saya tidak kaya), maka dalam bentuk Subjunctive kita akan mengungkapkannya menjadi “If I were rich…” (Jika saja aku kaya…), yang secara otomatis menandakan bahwa situasi tersebut berlawanan dengan realita yang ada saat ini. Dengan memegang prinsip bahwa Subjunctive selalu berbicara tentang sesuatu yang tidak nyata atau bersifat hipotesis, kamu akan lebih mudah membedakannya dari kalimat berita biasa.

Fokus pada Kata Kerja Pemicu (Trigger Words)

Penting untuk diingat bahwa bentuk Subjunctive tidak muncul begitu saja secara sendirian, ia biasanya dipicu oleh keberadaan kata kerja (verbs) atau kata sifat (adjectives) tertentu dalam sebuah kalimat. Untuk menguasainya, kamu perlu mengenali “pemicu” utama ini berdasarkan fungsinya. Untuk menyatakan saran atau perintah (Present Subjunctive), gunakanlah kata pemicu seperti suggest, recommend, insist, demand, important, atau essential. Contohnya, dalam kalimat “It is essential that he be here”, kita menggunakan “be” dan bukannya “is” karena sifatnya yang mendesak.

Sementara itu, untuk mengungkapkan harapan atau pengandaian (Past Subjunctive), kata pemicu yang sering digunakan adalah wish, if, as if, dan would rather. Sebagai contoh, ketika kamu merasa kekurangan waktu, kamu akan berkata, “I wish I had more time” (menggunakan bentuk lampau “had”, bukan “have”) untuk menunjukkan bahwa kenyataan saat ini tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan.

Gunakan Metode Perbandingan (Contrastive Learning)

Cara terbaik untuk memahami keunikan struktur ini adalah dengan membandingkan kalimat normal (Indicative) yang menyatakan fakta dengan kalimat Subjunctive yang menyatakan pengandaian. kamu dapat membuat perbandingan dengan tabel untuk lebih mempermudah kamu dalam menghafalkan perbedaan keduanya.

Menguasai Subjunctive memang membutuhkan ketelitian ekstra karena strukturnya yang sering kali menantang logika tata bahasa dasar. Namun, dengan memahami bahwa mood ini adalah alat untuk menyampaikan imajinasi, harapan, dan tingkat kesopanan yang lebih tinggi, kemampuan bahasa Inggris kamu akan terlihat jauh lebih profesional dan ekspresif. Kuncinya terletak pada pengenalan kata pemicu (trigger words) dan pembiasaan diri dalam membedakan antara realitas dan pengandaian. Semakin sering kamu berlatih menempatkan diri dalam dunia “bagaimana jika”, maka struktur unik seperti penggunaan “were” dan kata kerja dasar ini akan terasa semakin alami di telinga dan lidahmu.

Untuk membantu kamu mempraktikkan teori ini secara nyata, ICAN English dengan program General English hadir dengan metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Di sini, kamu tidak hanya sekedar menghafal rumus Subjunctive di atas kertas, tetapi juga diajak untuk menggunakannya langsung melalui simulasi percakapan dan bimbingan mentor profesional yang suportif. ICAN English akan memastikan kamu mampu menggunakan Subjunctive dengan percaya diri dalam berbagai situasi, mulai dari diskusi formal hingga percakapan santai. Yuk, tingkatkan level bahasa Inggrismu dan raih kefasihan impianmu bersama ICAN English!

Form Konsultasi

Lengkapi Formulir berikut untuk memulai Konsultasi Gratis dengan tim ICAN English.

Form Konsultasi - Artikel