Banyak pembelajar sering kali merasa bingung mengapa kemampuan bahasa Inggris mereka tidak kunjung meningkat meski sudah menghabiskan banyak waktu untuk belajar. Masalah utama biasanya terletak pada metode yang terlalu pasif, seperti hanya membaca buku atau mendengarkan materi tanpa pernah mempraktekkannya dalam percakapan nyata. Selain itu, ketergantungan pada terjemahan kata demi kata dari bahasa ibu sering kali menjadi penghambat utama yang membuat alur bicara terdengar kaku dan tidak natural bagi penutur asli.
Kurangnya konsistensi dan paparan bahasa yang intensif juga menjadi alasan mengapa progres terasa sangat lambat dan membosankan. Tanpa lingkungan yang mendukung atau jadwal latihan yang terstruktur, motivasi belajar cenderung cepat hilang sebelum mencapai target yang diinginkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami hambatan-hambatan ini sedini mungkin agar kamu dapat beralih ke strategi belajar yang lebih interaktif dan efektif untuk mencapai kefasihan yang diimpikan.
Topik Pembahasan
Alasan Kenapa Tidak Ada Kemajuan dalam Berbahasa Inggris
Banyak orang merasa sudah belajar keras namun tetap jalan di tempat. Berikut adalah poin-poin utama yang sering menjadi penghambat progres kamu dalam menguasai bahasa Inggris :
1. Waktu Belajar Kurang Intensif
Banyak pembelajar bahasa Inggris terjebak dalam pola belajar berjam-jam di akhir pekan, namun tidak menyentuh buku sama sekali di hari kerja. Bahasa adalah sebuah keterampilan motorik dan kognitif yang membutuhkan stimulasi rutin jika jeda belajar terlalu lama, waktu kamu akan habis hanya untuk mengulas materi lama tanpa sempat menambah kemampuan baru. Akibatnya, kamu merasa sudah belajar lama namun kemampuan bicara dan mendengar tetap berada di level yang sama.
Solusi paling ampuh untuk mengatasi hambatan ini bukan dengan menambah durasi belajar secara drastis, melainkan dengan meningkatkan frekuensi atau intensitas harian. Cobalah dengan menyisihkan waktu 15 hingga 30 menit setiap hari secara konsisten untuk membaca artikel, mendengarkan podcast, atau berlatih kosakata baru.
2. Tidak Menerapkan Bahasa Inggris dalam Kehidupan Sehari-hari
Salah satu alasan terbesar mengapa kamu tidak mengalami kemajuan dalam berbahasa Inggris adalah karena kamu hanya menggunakan bahasa Inggris di dalam kelas atau saat mengerjakan tugas, namun segera kembali sepenuhnya ke bahasa ibu setelah selesai. Tanpa penerapan dalam kehidupan sehari-hari, kosakata dan struktur yang sudah dipelajari akan sulit dipanggil kembali secara spontan saat dibutuhkan.
Solusi praktis untuk mengatasi masalah ini adalah mulailah dengan mengubah pengaturan bahasa pada ponsel dan media sosial, menulis daftar belanjaan dalam bahasa Inggris, hingga mencoba “berbicara pada diri sendiri” (self-talk) mengenai aktivitas yang sedang kamu lakukan.
3. Terlalu Fokus pada Grammar
Terlalu fokus pada teori tata bahasa atau grammar sering kali menjadi jebakan, ketika kamu sedang terlalu fokus untuk menyempurnakan setiap rumus tenses sebelum berbicara, menyebabkan jeda lama dan hilangnya kepercayaan diri padahal, penutur asli sekalipun sering melakukan kesalahan kecil selama maksud pembicaraan tetap tersampaikan, sehingga terlalu memprioritaskan kelancaran grammar justru akan membuat arus bicara kamu terasa kaku dan tidak natural.
Sebagai solusinya, kamu perlu memperbanyak paparan bahasa, dan mulailah berani mengekspresikan ide meskipun dengan struktur yang sederhana, karena ketepatan tata bahasa akan meningkat secara bertahap seiring dengan bertambahnya waktu kamu dalam berkomunikasi secara aktif.
4. Takut Membuat Kesalahan
Rasa takut membuat kesalahan adalah tembok mental terbesar yang sering kali menghentikan langkah kamu bahkan sebelum mereka memulai. Banyak orang merasa cemas akan ditertawakan, dianggap tidak kompeten, atau merasa malu jika salah dalam pengucapan (pronunciation) maupun tata bahasa. Padahal kesalahan adalah proses untuk melakukan penyesuaian dan belajar. Menghindari kesalahan justru berarti menghindari kesempatan untuk berkembang, yang pada akhirnya membuat kemampuan kamu tetap di titik yang sama.
Solusinya kamu perlu mengubah sudut pandang bahwa kesalahan bukanlah kegagalan, melainkan bukti bahwa kamu sedang berproses. keberhasilan diukur dari apakah lawan bicara memahami maksud kamu, bukan dari seberapa sempurna grammar kamu. Semakin sering kamu berani berbuat salah dan memperbaikinya, semakin cepat rasa percaya diri kamu akan tumbuh secara alami.

5. Tidak Memiliki Rencana Belajar yang Jelas
Belajar bahasa Inggris tanpa rencana yang jelas ibarat memulai perjalanan tanpa peta kamu akan menghabiskan banyak energi tetapi seringkali berakhir berputar-putar di tempat yang sama. Tanpa struktur dan target yang spesifik seperti apa yang ingin dicapai dalam seminggu atau materi apa yang harus dikuasai selanjutnya maka motivasi kamu akan perlahan-lahan memudar karena tidak adanya rasa pencapaian.
Solusi untuk mengatasi ini adalah dengan menyusun strategi belajar yang terukur menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Alih-alih menetapkan tujuan umum seperti “ingin jago bahasa Inggris”, buatlah target yang lebih tajam seperti “menguasai 50 kosakata bisnis dalam sebulan”.
6. Terlalu Bergantung pada Bahasa Ibu
Terlalu bergantung pada bahasa ibu adalah hambatan tersembunyi. Banyak pembelajar cenderung menerjemahkan setiap kalimat kata demi kata dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris sebelum mengucapkannya. Pola ini membuat percakapan terasa kaku dan penuh jeda. Jika kamu terus menggunakan bahasa ibu maka kamu tidak akan pernah terlatih untuk mengenali konteks dan nuansa unik yang ada dalam bahasa Inggris.
Solusinya kamu harus mulai melatih otak untuk berpikir langsung dalam bahasa Inggris melalui langkah-langkah kecil. Cobalah untuk menamai benda-benda di sekitar kamu atau mendeskripsikan aktivitas yang sedang dilakukan tanpa melalui proses terjemahan di kepala. Selain itu, perbanyaklah menonton film, lagu, atau buku agar kamu terbiasa dengan pola kalimat asli (collocations) yang sering digunakan oleh penutur asli.
7. Kamu Merasa Belum Butuh Bahasa Inggris
Merasa belum membutuhkan bahasa Inggris adalah salah satu bentuk hambatan psikologis yang sering membuat kamu menunda-nunda proses belajar hingga akhirnya kehilangan banyak kesempatan emas. Banyak orang beranggapan bahwa karena lingkungan saat ini tidak mewajibkan penggunaan bahasa asing, maka mempelajarinya bukanlah sebuah prioritas. Namun, di era digital ini, bahasa Inggris bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan kunci akses menuju informasi global lebih luas.
Solusi untuk mengatasi pola pikir ini adalah dengan menyadari bahwa bahasa Inggris adalah investasi jangka panjang. Cobalah untuk melihat ke depan dan bayangkan peluang apa yang bisa terbuka jika kamu fasih berbahasa Inggris, mulai dari akses beasiswa luar negeri hingga promosi jabatan. Mulailah belajar dari sekarang selagi kamu belum memiliki tekanan beban kerja yang tinggi, sehingga proses belajar terasa lebih santai dan menyenangkan.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Konsentrasi Saat Belajar Bahasa Inggris
Berapa Lama Belajar Bahasa Inggris? Ini Tips Efektifnya!
Proses yang tidak berjalan dalam belajar bahasa Inggris sering kali disebabkan oleh kombinasi metode yang tidak efektif, hambatan mental seperti rasa takut salah, serta kurangnya rencana belajar yang terstruktur. Mengatasi tujuh hambatan ini memerlukan pergeseran pemikiran dari sekadar menghafal teori menjadi praktik aktif yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari guna membangun kepercayaan diri dan kelancaran yang alami.
Untuk memastikan perjalanan belajar kamu menjadi lebih terarah, ICAN Learning Center (ILC) hadir sebagai solusi yang menyediakan lingkungan belajar interaktif, kurikulum berbasis hasil, serta dukungan dari para mentor profesional yang siap membantu kamu mendobrak tembok penghambat tersebut. Bersama ICAN Learning Center (ILC), kamu tidak hanya akan mendapatkan strategi belajar yang jelas dan efektif, tetapi juga komunitas yang suportif untuk mengubah bahasa Inggris dari sekadar subjek pelajaran menjadi keterampilan nyata yang membuka pintu peluang global di masa depan.





