Jika kamu sudah belajar IELTS Speaking atau Writing, kamu mungkin pernah mendengar apa itu Lexical Resource. Istilah ini memang merupakan aspek yang cukup kompleks dan sering disalahpahami. Dalam konteks IELTS, Lexical Resource merujuk pada seberapa baik kamu menggunakan kosakata dalam bahasa Inggris. Kemampuan tersebut mencakup pilihan kata tepat sesuai konteks, menggunakan sinonim dengan benar, serta variasi dan ketepatan penggunaan kosakata.
Untuk mendapatkan skor yang tinggi dalam aspek Lexical Resource, kamu harus belajar kosakata secara efektif dengan cara terarah. Kamu harus rajin mempelajari kata-kata dalam konteks, membuat catatan aktif, dan sering melatih penggunaannya dalam kalimat keseharian.
Topik Pembahasan
Apa Itu Lexical Resource?
Secara sederhana, “lexical resource” berarti penggunaan kosakata atau kata-kata dalam bahasa. Istilah ini berasal dari kata “lexis” yang mengacu pada semua kata dalam sebuah bahasa. Namun, mungkin kamu lebih akrab dengan istilah yang lebih umum, yaitu “vocabulary” atau kosakata. Jadi, apa itu Lexical adalah penggunaan vocabulary yang tepat sesuai konteks.
Kosakata adalah hal pertama yang biasanya kita pelajari saat memulai belajar bahasa apa pun. Sebelum kamu memahami tata bahasa, ejaan, pelafalan, tanda baca, dan hal-hal teknis lainnya, pembelajaran bahasa biasanya diawali dengan mengenal kosakata. Jadi, dalam tes IELTS yang merupakan ujian kemampuan bahasa, penggunaan kosakata menjadi bagian penting dari penilaian.
Dalam IELTS Writing dan Speaking, sekitar 25% dari nilai kamu ditentukan oleh seberapa baik kamu menggunakan kosakata, disebut sebagai Lexical Resource. Penilai akan melihat apakah kamu mampu menggunakan kosakata yang tepat, bervariasi, dan sesuai konteks dalam tugas menulis atau berbicara.
Banyak tutor IELTS sekalipun, percaya bahwa untuk mendapatkan skor tinggi dalam Lexical Resource, kamu harus menggunakan kata-kata sulit dan tidak umum. Padahal, itu adalah anggapan yang keliru. Sebenarnya, penggunaan kosakata yang rumit tanpa memahami konteks justru bisa mengurangi nilai kamu.
Kesalahan ini menjadi salah satu penyebab mengapa banyak orang merasa frustrasi dan kesulitan meningkatkan skor IELTS, meskipun sudah menghafal banyak kosakata. Apa yang paling penting adalah menggunakan kosakata secara efektif, bukan sekadar menggunakan kata-kata yang jarang digunakan. Setelah memahami hal ini, kamu bisa belajar dengan lebih fokus dan strategis.
Fungsi Lexical Resource dalam Penilaian IELTS
Skor IELTS Speaking berhubungan erat dengan vocabulary. Semakin akurat penggunaan vocabulary yang kamu gunakan, semakin tinggi skor Lexical Resources. Lexical Resource menyumbang 25% dari total skor untuk IELTS Speaking dan IELTS Writing. Berikut adalah contoh tabel penilaian IELTS Speaking dengan aspek penilaian Lexical Resource:
Criteria | Score |
Fluency & Coherence (25%) | 6.5 |
Pronunciation (25%) | 8 |
Lexical Resource (25%) | 7 |
Grammatical Range and Accuracy (25%) | 6.5 |
Total IELTS Speaking Score | 7 |
Dengan memahami peran dan cara meningkatkan Lexical Resource, kamu dapat meningkatkan kualitas tulisan dan percakapan secara signifikan. Berikut adalah apa saja fungsi lexical resource dalam perhitungan nilai di tes IELTS.
Mengukur Kemampuan Kosakata
Salah satu peran utama Lexical Resource dalam IELTS adalah menunjukkan seberapa luas penguasaan kosakata kamu. Dengan membaca berbagai materi seperti koran, artikel akademik, blog, dan buku dari berbagai topik, kamu bisa memperkaya kosakata, terutama dalam topik yang sering muncul di IELTS.
Tes IELTS mengusung berbagai soal yang berhubungan dengan pendidikan, teknologi, lingkungan, kesehatan, dan masyarakat. Kemampuan Lexical Resource sangat membantu dalam Writing Task 2 yang biasanya bersifat esai akademik.
Pemahaman Collocation dan Ekspresi Formal
Saat membaca, kamu tidak hanya menambah daftar kata, tetapi juga belajar bagaimana kata-kata tersebut digunakan bersama (collocation). Kamu juga belajar bagaimana menyusun ekspresi yang terdengar alami dan formal.
Dalam IELTS Writing, penggunaan collocation yang tepat akan membuat tulisan terdengar lebih akademik dan meyakinkan. Dalam Speaking, hal ini akan membuat ucapanmu terdengar alami dan lancar.
Penggunaan collocation yang tepat seperti “make a decision” atau “heavy rain” akan membuat kalimat kamu terdengar lebih alami. Dalam IELTS Speaking, hal ini menunjukkan bahwa kamu fasih dan memahami bagaimana penutur asli menggunakan bahasa. Dalam Writing, lexical resource akan meningkatkan kualitas tulisan secara signifikan.
Pemahaman Sinonim dan Nuansa Makna Kata
Salah satu aspek penting dalam Lexical Resource adalah kemampuan menghindari pengulangan kata yang sama. Jika kamu mendapatkan skor Lexical Resource yang tinggi, artinya kamu telah berhasil menggunakan sinonim atau frasa alternatif untuk menyampaikan makna sama dengan cara berbeda.
Hal ini sangat berpengaruh baik dalam Writing maupun Speaking. Dari kemampuan menghindari pengulangan pada kedua tes tersebut, menunjukkan variasi dan fleksibilitas dalam penggunaan kosakata.
Meskipun kamu bisa menggunakan tesaurus untuk mencari sinonim, kamu tetap harus memahami nuansa dan konteks penggunaannya. Tidak semua sinonim cocok digunakan dalam semua kalimat. Dalam IELTS, penggunaan kata yang tidak tepat konteks bisa menurunkan nilai karena dianggap tidak akurat.
Menguasai Berbagai Bentuk Kata
Kemampuan menggunakan bentuk kata yang berbeda (noun, verb, adjective, adverb) sangat penting untuk menyampaikan ide dengan jelas dan fleksibel. Misalnya, kata “success” (noun), “succeed” (verb), “successful” (adjective), dan “successfully” (adverb) masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Penggunaan yang tepat pada lexical resource menunjukkan penguasaan Lexical Resource yang baik.
Kemampuan Memparafrase
Parafrase adalah kemampuan menyampaikan ide yang sama dengan kata-kata yang berbeda. Dalam IELTS Writing, terutama di Task 1, kamu perlu memparafrase soal sebelum menjelaskan data. Dalam Speaking, parafrase menunjukkan bahwa kamu bisa berpikir fleksibel dalam bahasa Inggris tanpa terlalu banyak pengulangan kata.
Dengan menguasai semua aspek di atas, kamu tidak hanya meningkatkan skor Lexical Resource, tetapi juga keseluruhan performa kamu dalam IELTS Writing dan Speaking.
Baca Juga: Hindari Kesalahan Compound Sentence yang Bisa Memperburuk Nilai IELTS
Cara Meningkatkan Lexical Resource Secara Bertahap
Lexical Resource adalah salah satu aspek penting dalam penilaian IELTS, baik untuk Writing maupun Speaking. Agar kamu bisa mendapatkan skor tinggi dalam aspek ini, kamu perlu strategi tepat, konsisten, dan bertahap. Tidak cukup hanya menghafal kata-kata sulit; kamu juga harus memahami bagaimana dan kapan kata tersebut digunakan secara kontekstual. Berikut adalah beberapa cara meningkatkan Lexical Resource secara signifikan.
Latihan Bentuk Kata
Word forms adalah bentuk-bentuk berbeda dari satu kata yang bisa berubah tergantung fungsinya dalam kalimat. Misalnya, kata “motivation” dan “motivational” memiliki arti berbeda. Berikut adalah contoh kesalahan umum penggunaan bentuk kata Bahasa Inggris:
- Rina is a motivation speaker. [“Motivational” lebih tepat digunakan di sini.]
- The team has many knowledges about the topic. [“Knowledge” adalah uncountable noun, jadi tidak perlu bentuk jamak.]
- He made a very success presentation. [“Successful” adalah bentuk yang benar.]
Dengan memahami perbedaan bentuk kata seperti noun, verb, adjective, dan adverb, kamu bisa membuat kalimat yang lebih tepat dan meyakinkan. Menggunakan bentuk kata yang salah bisa membuat kalimat terdengar aneh atau bahkan salah secara makna.
Belajar Collocation
Collocation adalah gabungan kata-kata yang lazim digunakan bersama dalam bahasa Inggris. Misalnya, kita mengatakan “take a break” bukan “make a break” atau “do a break.” Menggunakan collocation dengan tepat membuat tulisan dan ucapan kamu terdengar alami bagi penutur asli. Berikut adalah contoh penggunaan collocation yang tepat:
- “Catch a cold” lebih lazim daripada “get a cold.”
- “Make a decision” bukan “do a decision.”
- “Strong coffee” bukan “powerful coffee.”
Kamu bisa belajar collocation dari kamus khusus seperti Oxford Collocations Dictionary. Atau, kamu bisa belajar collocations melalui membaca artikel dan mendengarkan percakapan berbahasa Inggris.
Latihan Materi Connotations
Connotation adalah makna tambahan atau nuansa emosional yang melekat pada suatu kata. Dua kata bisa memiliki arti yang mirip, tapi konotasinya bisa berbeda. Berikut adalah contoh penggunaan connotations dalam bahasa Inggris:
- Kata “thrifty” bermakna positif (hemat), sedangkan “stingy” bermakna negatif (pelit).
- “Curious” bermakna ingin tahu, sedangkan “nosy” bermakna terlalu ingin tahu atau mencampuri urusan orang lain.
Memahami konotasi penting agar kamu tidak terdengar kasar, sinis, atau terlalu santai tanpa sengaja. Pemahaman ini sangat membantu dalam IELTS Writing Task 2 dan Speaking Part 3 yang menilai seberapa baik kamu menyampaikan opini.
Belajar Kata dan Frasa Baru
Untuk menunjukkan variasi kosakata, cobalah menggunakan kata-kata yang tidak umum namun tetap alami. Mulailah dengan mengganti frasa “very + adjective” dengan satu kata yang lebih kuat, seperti contoh berikut:
- Ganti “very tired” dengan “exhausted.”
- Ganti “very small” dengan “tiny.”
- Ganti “very bad” dengan “terrible.”
Selain itu, variasikan cara menyampaikan pendapat. Daripada terus-menerus mengatakan “I think,” kamu bisa mengatakan:
- “From my perspective…”
- “It seems to me that…”
- “In my view…”
Variasi seperti ini akan membuat kamu terdengar lebih percaya diri dan fleksibel dalam menyampaikan ide. Kamu juga terkesan tidak monoton saat hendak menyampaikan pendapat.
Belajar Parafrase
Paraphrasing adalah kemampuan menyampaikan ulang suatu ide dengan kata-kata berbeda tanpa mengubah maknanya. Sebelum bisa memparafrasekan secara lisan, kamu perlu sering berlatih secara tertulis. Coba baca satu paragraf dari artikel berita, lalu tulis ulang isinya dengan kata dan struktur kalimat yang berbeda, seperti contoh berikut:
- Original: “Global warming is a serious threat to the environment.”
- Paraphrase: “Climate change poses a significant risk to our natural surroundings.”
Berlatih parafrase akan memperkaya kosakata dan menunjukkan bahwa kamu benar-benar memahami topik yang kamu tulis atau bicarakan. Pemahaman ini sangat penting dalam IELTS Writing, terutama Task 1 dan bagian pendahuluan Task 2.
Buat Daftar Kosakata
Setiap kali kamu belajar kata atau ungkapan baru, jangan hanya mengandalkan ingatan. Hal ini justru akan membuat kamu mudah lupa dalam beberapa hari. Solusinya adalah menuliskan semua kosakata baru ke dalam buku catatan atau aplikasi khusus.
Buat catatan khusus untuk vocabulary, memuat arti, contoh kalimat, serta kategori penggunaan kata tersebut. Cara ini akan memudahkan kamu untuk mengulanginya secara berkala dan menggunakannya secara aktif dalam latihan.
Cari Bantuan Profesional
Belajar sendiri memang bisa, tapi bimbingan dari guru atau tutor bisa mempercepat proses dan memperjelas kesalahan yang mungkin kamu lakukan. Pertimbangkan untuk mengikuti kursus IELTS atau sesi privat dengan tutor bahasa Inggris. Mereka bisa membantumu fokus pada kekurangan, memberikan koreksi langsung, dan membimbing cara belajar kosakata yang benar dan efektif.
Baca Juga: Jebakan Soal IELTS Reading: Bagaimana Cara Efektif Mengenali Distractor?
Tingkatkan Kemampuan IELTS Bersama ICAN English
Sekarang, kamu sudah mengetahui banyak hal tentang apa itu Lexical Resource. Tingkatkan skor IELTS mulai dari sekarang, karena kemampuan bahasa Inggris penting untuk pendidikan dan karier internasional. Dengan skor IELTS yang tinggi, kamu bisa lebih mudah diterima di universitas luar negeri, mendapat beasiswa, hingga memperluas peluang kerja di perusahaan multinasional.
Belajar IELTS jadi lebih intensif dan terarah bersama ICAN English. Kamu akan dibimbing oleh tutor berpengalaman yang paham strategi menjawab setiap bagian tes IELTS. Metode belajarnya pun disesuaikan dengan kebutuhan dan target setiap siswa, sehingga progres kamu akan lebih terukur. Jangan tunda lagi, waktunya wujudkan impian meraih skor IELTS terbaik bersama ICAN English!