interview hr dalam bahasa inggris

15+ Contoh Pertanyaan dalam Bahasa Inggris yang Sering Muncul Saat Interview HRD

Menghadapi sesi wawancara kerja dalam bahasa Inggris seringkali menjadi momen yang paling mendebarkan, bahkan bagi mereka yang merasa sudah cukup mahir sekalipun. Berhadapan langsung dengan HRD menuntut kamu untuk tidak hanya sekedar bisa menjawab, tetapi juga harus mampu mengemas setiap kalimat dengan tepat, profesional, dan penuh percaya diri. Tekanan untuk memilih kosakata yang pas sambil tetap menjaga tata bahasa agar tetap akurat sering kali membuat lidah terasa kelu dan pikiran menjadi buntu di tengah percakapan yang sangat penting.

Namun, kamu tentunya tidak perlu khawatir berlebihan karena sebenarnya ada pola-pola tertentu yang bisa dipelajari untuk menaklukkan tantangan ini. Sebagian besar wawancara memiliki “kisi-kisi” berupa pertanyaan umum yang hampir selalu muncul di setiap perusahaan. Dengan memahami strategi menjawab dan menyiapkan draf jawaban yang elegan, kamu bisa mengubah suasana wawancara yang kaku menjadi diskusi yang mengalir lancar. Artikel ini akan membedah pertanyaan-pertanyaan tersebut agar kamu bisa tampil memukau dan meninggalkan kesan mendalam di mata perekrut.

Contoh Pertanyaan Interview HR dalam Bahasa Inggris

Mempelajari aliterasi bisa sangat menyenangkan karena efeknya yang seperti musik. Berikut adalah beberapa contoh kalimat aliterasi dalam bahasa Inggris.

“Tell me about yourself.”

Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka yang sangat penting. Hrd tidak ingin mendengarkan riwayat hidup lengkap kamu, tetapi kaitkan juga dengan pengalaman yang kamu miliki dengan posisi yang sedang kamu lamar. Untuk menjawab ini, kamu harus merangkum perjalanan profesional secara strategis menggunakan formula Present-Past-Future. Mulailah dengan menjelaskan peran dan pencapaian yang kamu miliki saat ini, diikuti dengan latar belakang pengalaman relevan di masa lalu, dan tutup dengan alasan mengapa posisi yang kamu lamar adalah langkah masa depan yang tepat bagi karir kamu.

Contoh Jawaban: “Currently, I work as a Senior Administrative Coordinator, where I manage office workflows and internal communications for a team of 50.  Before this, I spent two years as an Office Assistant, where I developed a digital filing system that reduced document retrieval time by 30%. I’ve been following your company’s growth in the logistics sector, and I am excited about the opportunity to apply my organizational skills to help streamline your department’s operations.”

“What are your greatest strengths?”

Tujuan ketika HRD menanyakan pertanyaan ini adalah untuk melihat apakah kamu memiliki keunggulan yang sesuai dengan tim atau tidak. Respons yang tepat adalah dengan memilih kekuatan yang paling relevan dengan kebutuhan perusahaan, misalnya kemampuan adaptasi atau analisis data. Jangan hanya menyebutkan kata sifat, tetapi sertakan bukti nyata bagaimana kekuatan tersebut memberikan dampak positif pada pekerjaan atau proyek sebelumnya agar HRD merasa yakin pada kompetensi kamu.

Contoh Jawaban: “My greatest strength is my adaptability. I thrive in fast-paced environments and can quickly pivot when priorities change. For example, in my previous role, our team had to switch to a completely new project management software overnight. I took the initiative to master the tool within 48 hours and created a ‘quick-start guide’ for my colleagues, which reduced our team’s downtime by nearly 50% during the transition.”

“What is your greatest weakness?”

Untuk pertanyaan ini HRD biasanya ingin melihat tingkat kesadaran diri dan keinginan kamu untuk berkembang di perusahaan. Alih-alih menyembunyikan kekurangan, tunjukkanlah kesadaran diri (self-awareness) dengan menyebutkan kelemahan yang nyata namun tidak fatal bagi posisi tersebut. Hal terpenting adalah menjelaskan langkah konkret yang telah atau sedang kamu ambil untuk memperbaiki kelemahan tersebut, sehingga HRD melihat bahwa kamu sebagai pribadi yang memiliki growth mindset. 

Contoh Jawaban: “I tend to be overly critical of my own work, which sometimes leads me to spend too much time on minor details. To overcome this, I’ve started setting internal deadlines for each stage of a project. By giving myself a specific timeframe for ‘polishing,’ I ensure that my work is of high quality without compromising the overall project timeline or my efficiency.”

“Why do you want to leave your current job?”

Pada pertanyaan ini kamu disarankan untuk menjawab secara hati-hati, pelan-pelan dan pikirkan terlebih dahulu sebelum memberikan tanggapan, jangan pernah kamu menjelekkan perusahaan ataupun atasan lama kamu di perusahaan sebelumnya. Jelaskan bahwa kamu telah belajar banyak di posisi sebelumnya, namun saat ini kamu sedang mencari peluang untuk berkembang lebih jauh yang hanya bisa didapatkan melalui posisi di perusahaan yang sedang kamu lamar.

Contoh Jawaban: “I have enjoyed my time at my current company and I am proud of the projects we’ve completed. However, my current role is quite broad, and I have developed a strong passion for data analytics. Since your company is known for its data-driven culture, I am looking to transition into a role where I can specialize and dive deeper into this field, which is an opportunity I don’t currently have.” 

“How do you handle stress or pressure?”

Pada pertanyaan ini HRD ingin memastikan bahwa kamu tidak akan mudah menyerah saat menghadapi tekanan atau pada saat situasi menjadi sulit. Jawablah dengan menunjukkan bahwa kamu memiliki kontrol emosi dan manajemen kerja yang baik saat situasi menjadi sulit. Jelaskan metode kamu dalam tetap tenang, seperti melakukan skala prioritas atau teknik pernapasan sejenak, agar fokus tetap terjaga sehingga kualitas pekerjaan tidak menurun meski di bawah tekanan tenggat waktu.

Contoh Jawaban: “I handle pressure by staying organized. When things get hectic, I take a moment to list the tasks and prioritize them based on urgency and impact. This helps me stay focused on one thing at a time and ensures that the most critical tasks are completed accurately.”

“Where do you see yourself in five years?”

HRD ingin melihat apakah tujuan karir kamu sejalan dengan visi perusahaan, sehingga jawaban kamu harus menunjukkan komitmen jangka panjang. Sampaikan keinginan kamu untuk menjadi ahli di bidang tersebut atau mengambil tanggung jawab lebih besar di perusahaan ini guna memberikan nilai tambah yang signifikan bagi organisasi.

Contoh Jawaban: “In five years, I hope to have mastered my current role and potentially take on more leadership responsibilities within this department. My goal is to become a subject matter expert who can contribute significantly to the company’s strategic growth.”

“How do you handle conflict with a coworker?”

Pada pertanyaan ini HRD ingin menilai tingkat kecerdasan emosional dan kemampuan kolaborasi kamu. Tunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dan mengutamakan profesionalisme. Jelaskan bahwa langkah pertama kamu adalah melakukan diskusi empat mata secara tenang untuk mencari solusi bersama, karena bagi kamu integritas tim dan keberhasilan proyek jauh lebih penting daripada ego pribadi.

Contoh Jawaban: “I believe in direct and professional communication. If a conflict arises, I would invite my colleague for a private discussion to understand their perspective. My goal is always to find a middle ground that benefits the project and maintains a healthy working relationship.”

“What is your greatest professional achievement?”

Gunakan pendekatan yang terukur untuk menceritakan pencapaian terbaik kamu, mulai dari situasi yang dihadapi hingga hasil akhir yang dicapai. Fokuslah pada bagaimana tindakan kamu dapat memberikan keuntungan nyata bagi perusahaan, baik itu berupa penghematan biaya, peningkatan efisiensi, maupun keberhasilan mencapai target penjualan yang sulit.

Contoh Jawaban: “Last year, I led a team to redesign our client onboarding process. By implementing a new digital system, we reduced the onboarding time by 30% and improved client satisfaction scores significantly. It was rewarding to see a direct impact on the company’s efficiency.”

“Tell me about a time you made a mistake.”

Pada pertanyaan ini kamu disarankan untuk mengakui kesalahan secara jujur tanpa mencari alasan atau menyalahkan orang lain, karena ini menunjukkan integritas kamu. Fokuslah pada bagaimana kamu segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kesalahan tersebut dan pelajaran berharga apa yang kamu petik agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Contoh Jawaban: “In my early career, I once miscalculated a budget report. As soon as I realized it, I notified my manager and worked overtime to correct the figures. Since then, I’ve implemented a double-check system to ensure data accuracy.” 

“How do you prioritize your work?”

Pertanyaan ini menguji kemampuan kamu dalam manajemen waktu dan logika berpikir. Sampaikan bahwa kamu bekerja secara sistematis dengan menggunakan alat bantu atau metode tertentu, seperti daftar prioritas berdasarkan urgensi dan dampak. Hal ini menunjukkan kepada HRD bahwa kamu adalah pekerja yang terorganisir dan mampu mengelola beban kerja secara efektif untuk memastikan semua tenggat waktu terpenuhi dengan baik.

Contoh Jawaban: “I rely heavily on digital project management tools like Asana or Notion to visualize my workload. I break down large projects into smaller, manageable sub-tasks with their own individual deadlines. By setting ‘internal deadlines’ a day or two before the actual due date, I create a buffer that allows me to handle unexpected issues without compromising the final delivery time”

“What kind of work environment do you prefer?”

Jawaban kamu dalam pertanyaan ini harus fleksibel namun tetap mengacu pada budaya kerja perusahaan yang dilamar, baik itu lingkungan yang kolaboratif maupun mandiri. Tekankan bahwa kamu dapat beradaptasi dengan baik asalkan terdapat komunikasi yang transparan dan dukungan antar anggota tim untuk mencapai tujuan bersama.

Contoh Jawaban: “I thrive in a collaborative and fast-paced environment where open communication is encouraged. I enjoy working in a team that values continuous learning and isn’t afraid to innovate or share constructive feedback.” 

“How do you stay motivated at work?”

Pada pertanyaan ini HRD biasanya ingin mengetahui apa yang mampu menggerakkan kamu di perusahaan selain gaji yang diinginkan. Maka jelaskan bahwa motivasi kamu berasal dari kepuasan dalam menyelesaikan tantangan dan keinginan untuk terus berkembang secara profesional. 

Contoh Jawaban: I am deeply motivated by making a tangible impact. Knowing that my work directly contributes to the company’s growth or helps a client achieve their goals gives me a strong sense of purpose. I enjoy seeing the direct connection between my daily tasks and the bigger picture of the organization’s success.”

“What are your salary expectations?”

Berikan jawaban yang berbasis riset pasar dengan menyebutkan rentang angka tertentu, namun tetap tunjukkan fleksibilitas untuk bernegosiasi. Kamu bisa menyatakan bahwa meskipun kamu memiliki angka berdasarkan keahlian dan pengalaman, kamu sangat terbuka untuk mendiskusikan keseluruhan paket kompensasi yang ditawarkan perusahaan.

Contoh Jawaban: “Based on my research of similar roles in this industry and my level of experience, I am looking for a range between [X] and [Y]. However, I am open to discussing this further based on the total compensation package and benefits.” 

“Tell me about a time you showed leadership.” 

Kepemimpinan tidak selalu tentang jabatan, jadi ceritakanlah momen di mana kamu mengambil inisiatif untuk memandu rekan kerja atau menyelesaikan masalah secara sukarela. Fokuslah pada bagaimana pengaruh kamu dalam membantu orang lain mencapai tujuan bersama atau menjaga semangat tim tetap tinggi di tengah situasi sulit.

Contoh Jawaban: “When a new team member was struggling to hit their targets, I volunteered to act as their mentor. I spent an hour each week reviewing their workflow and sharing some of the techniques that had worked for me. Instead of just giving orders, I focused on building their confidence. Within a quarter, their performance improved significantly, and they were able to meet all their KPIs independently.”

“How do you deal with criticism?” 

Tunjukkan bahwa kamu menerima umpan balik dengan tangan terbuka dan menganggapnya sebagai sarana untuk belajar menjadi lebih baik. Jelaskan bahwa kamu selalu mendengarkan kritik secara objektif tanpa bersikap defensif, lalu segera mengevaluasi diri untuk melakukan perbaikan pada performa kerja kamu selanjutnya. 

Contoh Jawaban: “I view constructive criticism as an opportunity for self-improvement. I listen objectively, ask for specific examples to understand the feedback better, and then create a plan to implement those changes in my future work.”

“What makes you unique compared to other candidates?”

Soroti kombinasi langka antara hard skill tertentu dan karakter kepribadian kamu yang jarang dimiliki orang lain. Misalnya, jika kamu memiliki latar belakang teknis namun juga memiliki kemampuan komunikasi yang sangat persuasif, tekankan bahwa perpaduan tersebut akan menjadi aset berharga yang sulit ditemukan pada kandidat lain.

Contoh Jawaban: “What makes me unique is my background in software engineering coupled with a deep focus on user experience (UX) research. While many developers focus solely on clean code, I prioritize the human element. This ensures that the products I build are not only technically robust but also intuitive and accessible for the end-user, ultimately reducing customer support queries.”

“Do you have any questions for us?”

Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan ketertarikan mendalam kamu pada perusahaan dengan mengajukan pertanyaan strategis. Bertanyalah mengenai ekspektasi kesuksesan di posisi tersebut atau tantangan terbesar tim saat ini, karena ini menunjukkan bahwa kamu sangat serius dan sudah siap untuk memberikan kontribusi terbaik.

Contoh Jawaban: “What is the current team structure, and how does this role interact with other departments? Understanding how collaboration happens here will help me hit the ground running and ensure my contributions align with the team’s workflow from day one.”

Baca Juga: Cara Mempersiapkan Interview dalam Bahasa Inggris
Kesalahan Saat Interview Kerja Bahasa Inggris

Membangun rasa percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris memerlukan ekosistem belajar yang suportif dan metode yang tepat, dan itulah yang menjadi fokus utama di ICAN Learning Centre (ILC). Di sini, kamu tidak hanya belajar teori tata bahasa yang kaku, tetapi didorong untuk aktif mempraktekkan kemampuan berbicara melalui kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia nyata, baik untuk keperluan akademik maupun profesional. 

Dengan bimbingan para tutor ahli yang inspiratif, setiap sesi belajar dirancang untuk mengikis rasa ragu dan takut salah, sehingga kamu bisa mengekspresikan ide dengan lebih lancar, natural, dan berkarakter dalam berbagai situasi. Melalui pendekatan personal dan materi yang selalu diperbarui termasuk simulasi wawancara kerja dan persiapan tes internasional kamu akan merasa lebih siap menghadapi tantangan global dengan kompetensi bahasa yang mumpuni.

Form Konsultasi

Lengkapi Formulir berikut untuk memulai Konsultasi Gratis dengan tim ICAN English.

Form Konsultasi - Artikel