Pernahkah kamu secara tidak sengaja berteriak “Aduh!” saat tersandung, atau spontan berucap “Wah!” ketika melihat pemandangan yang indah? Dalam tata bahasa, fenomena ini dikenal sebagai Interjection. Secara definisi, interjection adalah ungkapan berupa kata atau kalimat yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan yang kuat atau mungkin memberi penekanan. Berbeda dengan elemen bahasa lainnya, ia hadir sebagai bumbu emosional yang menggambarkan kondisi hati seketika tanpa perlu struktur yang rumit.
Dalam penulisan kreatif maupun percakapan sehari-hari, interjection berperan penting sebagai “nyawa” yang menghidupkan suasana. Ekspresi tersebut bisa berupa rasa senang, marah, excited, atau terkejut yang langsung disampaikan kepada pendengar atau pembaca. Melalui artikel ini, yang akan mengupas lebih dalam bagaimana kata-kata sederhana ini mampu memberikan warna dan penekanan yang kuat pada setiap pesan yang ingin kita sampaikan.
Topik Pembahasan
Jenis Kalimat Interjection dan Contohnya
Dalam mempelajari interjection, kamu dapat membaginya ke dalam beberapa jenis berdasarkan kategori emosi atau tujuan penggunaannya. Secara garis besar, jenis-jenis ini membantu kita menempatkan kata seru yang tepat pada situasi yang sesuai. Berikut adalah jenis-jenis kalimat interjection beserta contohnya:
Volitional Interjections

Berbeda dengan reaksi emosional yang bersifat refleks, jenis ini berfungsi sebagai alat komunikasi praktis untuk mengarahkan perhatian, menunjukkan otoritas, atau memberikan dorongan semangat secara instan tanpa memerlukan penjelasan panjang lebar. Penggunaannya dalam kalimat perintah maupun ungkapan harapan membuat pesan yang disampaikan terasa lebih tegas, efektif, dan memiliki penekanan khusus baik dalam situasi formal maupun informal.
Exclamatory Interjections

Berbeda dengan reaksi terhadap hal buruk, jenis interjeksi ini berfungsi untuk mempertegas perasaan kagum dan kebahagiaan seseorang saat menyaksikan atau mengalami sesuatu yang luar biasa. Melalui penggunaan kata-kata ini, energi positif dari pembicara dapat tersampaikan secara instan kepada lawan bicara, sehingga menciptakan suasana percakapan yang lebih hidup dan penuh semangat.
Censorial Interjections

Penggunaannya memungkinkan seseorang untuk mengomunikasikan keberatan atau perasaan negatif secara langsung tanpa harus menyusun argumentasi yang panjang. Dengan menyisipkan interjeksi ini dalam percakapan, lawan bicara dapat langsung menangkap adanya penolakan atau ketidaksenangan.
Emotional Interjections

Penggunaan jenis interjeksi ini memungkinkan seseorang untuk langsung menyalurkan emosi batin mereka ke dalam bentuk ucapan singkat yang padat makna, sehingga lawan bicara dapat merasakan intensitas perasaan tersebut tanpa memerlukan penjelasan yang bertele-tele. Melalui kata seru ini, luapan emosi positif dapat tersampaikan dengan lebih tulus dan memberikan warna yang lebih hidup dalam sebuah interaksi sosial.

Fungsi Kalimat Interjection
Setelah memahami pengertiannya, penting bagi kamu untuk mengetahui bagaimana kata-kata singkat ini bekerja dalam sebuah komunikasi. Interjection bukan sekadar “kata pelengkap,” melainkan alat komunikasi yang memiliki fungsi spesifik untuk menghidupkan interaksi. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari kalimat Interjection:
Mengekspresikan Emosi Spontan
Penggunaan kata seru atau interjeksi berfungsi sebagai media ekspresi emosional yang memungkinkan seseorang menyampaikan perasaan mereka secara spontan tanpa harus merangkai kalimat yang kompleks. Melalui pilihan kata yang singkat namun padat makna, kondisi batin seseorang dapat langsung tertangkap oleh lawan bicara. Hal ini membuat komunikasi terasa lebih hidup dan jujur karena reaksi yang diberikan muncul secara alami sesuai dengan apa yang dirasakan saat itu juga.
Dalam praktiknya, ekspresi ini mencakup spektrum emosi yang luas, mulai dari luapan kegembiraan hingga rasa frustrasi yang mendalam. Sebagai contoh, seruan kegembiraan seperti “Hore!” dapat seketika menandakan sebuah kemenangan, sementara kata “Yah” sering digunakan untuk menunjukkan kekecewaan saat menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan. Bahkan untuk emosi yang lebih kuat seperti kemarahan, kata seru mampu menegaskan rasa kesal atau dikhianati secara instan tanpa perlu penjelasan yang panjang lebar.
Mengungkapkan Persetujuan
Dalam interaksi sehari-hari, kata seru seringkali dimanfaatkan sebagai cara praktis untuk menunjukkan kesepakatan atau persetujuan terhadap suatu pernyataan maupun permintaan. Alih-alih menggunakan kalimat formal yang panjang, seseorang dapat menggunakan kata-kata singkat seperti okay, yes, right, yeah, cool, alright, sure, hingga uh-uh. Penggunaan kata-kata ini membuat percakapan terasa lebih santai dan efisien, karena maksud dari pembicara dapat tersampaikan dengan jelas hanya dalam satu atau dua suku kata saja.
Penerapan kata seru ini sangat umum ditemukan dalam percakapan informal maupun situasi yang membutuhkan respon cepat. Sebagai contoh, ketika seseorang meminta informasi kontak seperti nomor telepon, jawaban singkat seperti “Sure!” sudah cukup untuk memberikan izin secara positif. Begitu pula saat seseorang meminta waktu untuk menunggu, respon sederhana seperti “Okay” secara otomatis menandakan bahwa lawan bicara bersedia memenuhi permintaan tersebut tanpa perlu penjelasan tambahan.
Menjelaskan Permohonan Maaf
Kata seru memiliki peran penting sebagai bentuk respon spontan saat kamu menyadari telah melakukan kesalahan kecil atau kekeliruan yang tidak disengaja. Penggunaan kata-kata seperti whoops, oopsies, atau oops berfungsi sebagai sinyal instan untuk menunjukkan rasa penyesalan tanpa perlu menggunakan bahasa yang terlalu formal. Dengan menyisipkan kata seru ini di awal kalimat, pembicaraan secara halus mengakui kesalahannya sehingga suasana percakapan tetap terasa akrab dan tidak kaku.
Dalam percakapan sehari-hari, ekspresi ini sering digunakan untuk menanggapi situasi yang bersifat sepele namun memerlukan pengakuan cepat. Misalnya, seruan “Whoops!” dapat digunakan saat seseorang menyadari bahwa ia lupa membawa alat tulis, sementara kata “Oops” sering menyertai permintaan maaf langsung ketika seseorang merasa bersalah atas suatu kejadian. Penggunaan interjeksi ini secara efektif menjelaskan tanggung jawab pribadi dengan cara yang singkat dan mudah dimengerti oleh lawan bicara.
Menunjukkan Rasa Terkejut atau Kaget
kata seru sering kali muncul sebagai bentuk respons refleks tubuh terhadap rangsangan yang terjadi secara mendadak di lingkungan sekitar. Saat seseorang mengalami kejadian yang tidak terduga, otak cenderung memicu keluarnya interjeksi secara spontan sebelum sempat merangkai kalimat yang utuh. Fungsi ini sangat penting dalam komunikasi cepat karena mampu menggambarkan keterkejutan atau reaksi fisik seseorang terhadap situasi yang muncul secara tiba-tiba tanpa direncanakan.
Penerapan interjeksi ini biasanya terlihat saat seseorang merasa kaget atau kehilangan keseimbangan secara mendadak. Sebagai contoh, seruan seperti “Astaga!” sering kali terlontar secara alami ketika seseorang dikejutkan oleh kehadiran orang lain, sementara kata seperti “Oops!” digunakan sebagai reaksi cepat saat seseorang hampir terjatuh atau terpeleset. Melalui kata-kata singkat tersebut, lawan bicara dapat langsung memahami kondisi darurat atau rasa terkejut yang dialami oleh pembicara pada saat itu juga.
Baca Juga:
Contoh Kalimat Prohibition Bahasa Inggris
Contoh Kalimat Congratulation Bahasa Inggris
Interjection atau kata seru merupakan elemen bahasa yang berfungsi sebagai untuk mengekspresikan perasaan spontan seperti kegembiraan, kekecewaan, persetujuan, hingga rasa terkejut tanpa memerlukan struktur kalimat yang rumit. Secara fungsional, interjection terbagi ke dalam beberapa kategori, mulai dari volitional untuk mengarahkan tindakan, exclamatory untuk antusiasme, censorial untuk menunjukkan ketidaksetujuan, hingga emotional untuk mengungkapkan kekaguman. Penggunaan kata-kata seperti “Wow!”, “Oops!”, atau “Shh!” tidak hanya menghidupkan suasana dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga memberikan nyawa pada penulisan kreatif agar pesan yang disampaikan terasa lebih jujur dan ekspresif.
Memahami penggunaan interjection yang tepat sangatlah penting agar komunikasi bahasa Inggris kamu terdengar lebih natural dan tidak kaku, layaknya seorang penutur asli (native speaker). Di ICAN English, kamu akan dibimbing untuk menguasai berbagai ekspresi emosional ini melalui metode pembelajaran yang interaktif. Dengan bergabung bersama ICAN English, kamu tidak hanya belajar tata bahasa secara teoritis, tetapi juga dilatih untuk menggunakan interjection dalam konteks yang tepat sehingga kemampuan berbicara (speaking) kamu menjadi lebih luwes, percaya diri, dan penuh warna saat berinteraksi di dunia internasional. Jadi tunggu apalagi ayo bergabung bersama ICAN English!





