Simple Past Tense adalah bentuk kalimat yang kamu gunakan untuk menceritakan kejadian yang sudah terjadi dan sudah selesai dimasa lalu. Jadi, kalau kamu mau cerita tentang liburan minggu lalu, sarapan tadi pagi, atau sejarah masa sekolah, pola kalimat inilah yang kamu pakai. Ciri khas utamanya adalah penggunaan kata kerja bentuk kedua (Verb 2) atau kata bantu did untuk kalimat tanya dan negatif.
Secara struktur, Simple Past Tense sangat bergantung pada waktu yang spesifik. Kamu akan sering menemukan keterangan waktu seperti yesterday (kemarin), last night (semalam), atau two days ago (dua hari lalu). Misalnya, alih-alih mengatakan “I eat,” kamu akan merubahnya menjadi “I ate” untuk menunjukkan bahwa kegiatan makan tersebut sudah berlalu dan tidak sedang terjadi lagi sekarang.
Topik Pembahasan
Rumus Simple Past Tenses dan Contoh Kalimatnya
Untuk menguasai Simple Past Tense, kamu perlu memahami serangkaian rumus yang dapat membantu kamu untuk mempermudah proses pembelajaran kamu, berikut ini adalah beberapa rumus simple past tenses dan contoh kalimatnya:
Rumus Nominal Simple Past Tense
Dalam bentuk nominal, Simple Past Tense tidak menggunakan kata kerja aksi melainkan menggunakan to be dalam bentuk lampau, yaitu was atau were, yang berfungsi untuk menghubungkan subjek dengan pelengkap berupa kata sifat (adjective), kata benda (noun), atau keterangan tempat (adverb). Penggunaan was diperuntukkan bagi subjek tunggal seperti I, He, She, It, sedangkan were digunakan untuk subjek jamak atau orang kedua seperti You, We, They.
Struktur kalimatnya sangat sederhana untuk kalimat positif cukup memasukkan to be setelah subjek, pada kalimat negatif cukup menambahkan kata not setelah to be, dan pada kalimat tanya posisi to be dipindahkan ke awal kalimat sebelum subjek.
Kalimat Positif: Subject + was/were + Complement
Contoh: I was very tired after the trip yesterday. (Saya sangat lelah setelah perjalanan kemarin.)
He was a professional football player in 2010. (Dia adalah pemain bola profesional pada tahun 2010.)
Kalimat Negatif: Subject + was/were + not + Complement
Contoh: She was not angry with you this morning. (Dia tidak marah padamu pagi ini.)
We were not students at that university. (Kami dulu bukan mahasiswa di universitas itu.)
Kalimat Interogratif: Was/were + Subject + Complement + ?
Contoh: Were they happy to see the results? (Apakah mereka senang melihat hasilnya?)
Were you at home when I called? (Apakah kamu ada di rumah saat aku menelepon?)
Rumus Verbal Simple Past Tense
Rumus verbal dalam Simple Past Tense berfokus pada penggunaan kata kerja aksi bentuk kedua (Verb 2) pada kalimat positif untuk menunjukkan aktivitas yang telah selesai di masa lampau, namun struktur ini berubah ketika memasuki bentuk negatif dan tanya.
Kalimat Positif: Subject + Verb 2
Contoh: She cleaned her room two hours ago. (Dia membersihkan kamarnya dua jam yang lalu.)
I ate breakfast at 7 AM. (Saya sarapan jam 7 pagi.)
Kalimat Negatif: Subject + did + not + Verb 1
Contoh: She did not clean her room two hours ago. (Dia tidak membersihkan kamarnya dua jam yang lalu.)
They did not go to Bali last summer. (Mereka tidak pergi ke Bali musim panas lalu.)
Kalimat Interogatif: Did + subject + Verb 1 + ?
Contoh: Did they go to Bali last summer? (Apakah mereka pergi ke Bali musim panas lalu?)

Penggunaan Regular dan Irregular Verbs dalam Past Tense
Untuk membuat sebuah kalimat past tense, kata kerja atau verbs perlu diperhatikan. Pola kalimat past tense biasanya menggunakan verbs atau kata kerja kedua dan ketiga. Kata kerja sendiri terdiri dari regular dan irregular verbs. Pahami keduanya di sini!
Regular Verbs
Regular verbs adalah kelompok kata kerja dalam bahasa Inggris yang memiliki pola perubahan bentuk beraturan untuk menunjukkan masa lampau (Simple Past) maupun Past Participle. Ciri utamanya adalah kamu hanya perlu menambahkan akhiran -ed atau -d pada bentuk dasar kata kerjanya, seperti kata play yang berubah menjadi played atau smile menjadi smiled.
Meskipun polanya tergolong sederhana, terdapat sedikit aturan penulisan yang perlu diperhatikan, seperti mengganti huruf “y” menjadi “i” sebelum ditambah -ed (contoh: study menjadi studied) atau menggandakan konsonan akhir pada kata kerja pendek tertentu (contoh: stop menjadi stopped).
Contoh Kalimat :
- I stayed at home all day yesterday. (Saya tinggal di rumah seharian kemarin.)
- They played basketball in the park last week. (Mereka bermain basket di taman minggu lalu.)
- I did not stay at home yesterday. (Saya tidak tinggal di rumah kemarin.)
- They didn’t play basketball last week. (Mereka tidak bermain basket minggu lalu.)
- Did you stay at home yesterday? (Apakah kamu tinggal di rumah kemarin?)
- Did it rain last night? (Apakah tadi malam hujan?)
Irregular Verbs
Irregular verbs adalah kelompok kata kerja yang tidak mengikuti aturan penambahan akhiran -ed atau -d untuk membentuk kalimat masa lampau, sehingga setiap katanya memiliki perubahan bentuk yang unik dan harus dihafalkan secara mandiri. Perubahan ini bisa terjadi secara total pada ejaannya, seperti kata go yang berubah menjadi went, atau justru tidak berubah sama sekali seperti kata put yang tetap menjadi put dalam bentuk lampau.
Karena tidak memiliki pola yang konsisten seperti regular verbs, memahami irregular verbs menjadi tantangan tersendiri namun sangat penting karena banyak dari kata kerja ini merupakan kata yang paling sering digunakan dalam percakapan bahasa Inggris sehari-hari.
Contoh Kalimatnya :
- I ate a sandwich for breakfast this morning. (Saya makan roti lapis untuk sarapan pagi ini. — Dari kata eat)
- She went to Paris two years ago. (Dia pergi ke Paris dua tahun lalu. — Dari kata go)
- I did not eat a sandwich this morning. (Saya tidak makan roti lapis pagi ini.)
- he did not go to Paris. (Dia tidak pergi ke Paris.)
- Did you eat a sandwich? (Apakah kamu makan roti lapis?)
- Did she go to Paris? (Apakah dia pergi ke Paris?)
Kapan Baiknya Menggunakan Simple Past Tense?
Waktu yang paling tepat untuk menggunakan Simple Past Tense adalah saat kamu ingin menyampaikan suatu kejadian, aksi, atau fakta yang benar-benar telah selesai dan berakhir sepenuhnya di masa lampau. Tense ini sangat penting digunakan ketika kamu memiliki keterangan waktu yang spesifik, seperti kemarin (yesterday), tahun lalu (last year), atau beberapa jam yang lalu (a few hours ago), untuk memastikan pendengar memahami bahwa peristiwa tersebut tidak memiliki hubungan langsung dengan kondisi saat ini.
Selain untuk kejadian tunggal, Simple Past Tense juga sebaiknya digunakan ketika kamu menceritakan serangkaian peristiwa yang terjadi secara berurutan di masa lalu, seperti saat bercerita tentang pengalaman liburan atau biografi seseorang. Kamu juga bisa menggunakannya untuk mendeskripsikan kebiasaan lama yang sudah tidak lagi dilakukan sekarang. Dengan kata lain, jika fokus pembicaraan kamu adalah murni tentang “sejarah” atau kenangan yang sudah tuntas durasinya, maka Simple Past Tense adalah pilihan tata bahasa yang paling tepat untuk digunakan.
Baca Juga: Perbedaan Perfect Tense dan Past Tense
Secara keseluruhan, menguasai Simple Past Tense adalah langkah penting bagi kamu yang ingin lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris, karena fungsinya yang sangat penting untuk menceritakan sejarah, pengalaman pribadi, hingga rutinitas masa lalu. Kunci utama dalam menaklukkan tenses ini bukan sekadar menghafal rumus, melainkan melatihnya secara konsisten dalam percakapan sehari-hari agar penggunaan kata kerja bentuk kedua dan kata bantu did menjadi lebih alami.
Jika kamu merasa masih kesulitan atau ingin memperdalam kemampuan bahasa Inggris dengan metode yang lebih interaktif, ICAN Learning Centre (ILC) hadir sebagai partner belajar yang tepat untuk kamu. Di ILC, teori-teori kompleks seperti Simple Past Tense dikemas menjadi materi yang ringan dan mudah dipahami melalui bimbingan tutor berpengalaman serta kurikulum yang berorientasi pada praktik. Dengan bergabung bersama kami, kamu tidak hanya belajar tata bahasa, tetapi juga dilatih untuk lebih percaya diri berbicara bahasa Inggris dalam berbagai situasi, baik untuk kebutuhan akademik maupun profesional.





