Pernahkah kamu merasa bingung saat harus memilih antara menggunakan kata “color” atau “colour”, atau mungkin ragu apakah harus menyebut alas kaki kamu sebagai “sneakers” atau “trainers”? Perdebatan kecil namun penting antara bahasa Inggris gaya Amerika (American English) dan gaya Britannia (British English) ini sering kali menjadi tantangan bagi para pembelajar bahasa. Meskipun keduanya berasal dari akar yang sama, masing-masing memiliki ciri khas unik pada aspek ejaan, kosakata, hingga struktur tata bahasa yang wajib dipahami agar komunikasi kamu tetap konsisten dan tidak terkesan campur aduk.
Memahami perbedaan kedua dialek besar ini bukan sekadar soal gaya, melainkan tentang ketepatan konteks dalam dunia profesional maupun akademis. Bayangkan jika kamu sedang menulis laporan formal untuk perusahaan di London namun menggunakan format tanggal atau istilah khas New York, hal ini bisa memicu kebingungan atau setidaknya menunjukkan kurangnya perhatian pada detail. Dengan mengenali ciri khas masing-masing, kamu akan lebih percaya diri dalam menyesuaikan gaya bicara dan tulisan dengan lawan bicara, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan lebih akurat dan profesional.
Topik Pembahasan
1. Penggunaan Collective Nouns
Penggunaan collective nouns atau kata benda kelompok menunjukkan perbedaan gaya yang menarik antara tata bahasa Amerika dan Inggris dalam menentukan kesesuaian kata kerja. Di Amerika Serikat, kelompok seperti team, family, atau committee umumnya dianggap sebagai satu kesatuan tunggal (singular), sehingga diikuti oleh kata kerja tunggal, misalnya “The team is winning”.
Sebaliknya, di Inggris, collective nouns memiliki sifat yang lebih fleksibel dan bisa dianggap tunggal maupun jamak (plural) tergantung pada konteksnya jika anggota kelompok bertindak bersama sebagai satu unit, maka digunakan kata kerja tunggal, namun jika penekanannya adalah pada individu-individu di dalam kelompok yang bertindak secara terpisah, maka kata kerja jamak lebih lazim digunakan, seperti dalam kalimat “The staff are professional”.
Contohnya :
| No | Kata Benda Kolektif | American English | British English |
| 1 | Team (Tim) | The team is playing well. | The team are wearing their new jerseys. |
| 2 | Family (Keluarga) | My family is coming to visit. | My family are all doctors. |
| 3 | Government (Pemerintah) | The government has decided. | The government have disagreed on the policy. |
2. Present Perfect vs. Past Simple
Perbedaan ini sering kali mencerminkan karakter bahasa yang satu lebih “tekstual” dan yang lainnya lebih “praktis.” Di Britania Raya, aturan tata bahasa ditaati dengan ketat di mana Present Perfect wajib digunakan untuk kejadian yang memiliki koneksi ke masa kini, Sebaliknya, orang Amerika cenderung lebih pragmatis dan sering kali menggantikannya dengan Past Simple dalam percakapan sehari-hari, sehingga kalimat terdengar sangat natural dan benar di telinga warga New York meskipun aksi tersebut baru saja terjadi.
Singkatnya, saat orang Inggris Orang Inggris sangat ketat menggunakan Present Perfect untuk kejadian yang baru saja terjadi. Orang Amerika lebih santai dan sering menggunakan Past Simple.
Contohnya :
| No | Penggunaan | British English | American English |
| 1 | Baru saja terjadi | I have lost my keys! | I lost my keys! |
| 2 | Menggunakan yet | Has he finished yet? | Did he finish yet? |
| 3 | Menggunakan just | I have just arrived. | I just arrived. |
3. Kata Kerja Bantu (Auxiliary Verbs)
Dalam penggunaan kata kerja bantu, perbedaan antara shall dan will/should mencerminkan kontras antara tradisi bahasa Inggris Britania yang lebih formal dan gaya Amerika yang lebih praktis, di mana penutur di Inggris masih sering menggunakan kata shall untuk menawarkan bantuan atau membuat keputusan kolektif. Sebaliknya, bagi penutur di Amerika Serikat, penggunaan shall sering kali terdengar sangat kaku atau kuno sehingga mereka lebih memilih menggunakan kata should untuk saran atau will/can untuk penawaran.
Singkatnya, meskipun keduanya memiliki akar yang sama, shall tetap bertahan sebagai bagian dari etiket percakapan sehari-hari di Inggris, sementara di Amerika, kata tersebut hampir sepenuhnya digantikan oleh alternatif yang lebih kasual dan hanya muncul dalam dokumen hukum atau situasi yang sangat resmi.
Contohnya :
| No | Penggunaan | British English | American English |
| 1 | Penawaran | Shall I help you? | Should I help you? / Can I help you? |
| 2 | Ajakan / Saran | Shall we dance? | Do you want to dance? / Should we dance? |
| 3 | Janji / Masa Depan | I shall be late. | I will be late. |
4. Penggunaan Kata Depan
Perbedaan penggunaan kata depan antara bahasa Inggris Britania dan Amerika sering kali terletak pada detail kecil yang sangat spesifik, dimana penutur di Inggris lebih terbiasa menggunakan at untuk waktu libur. Sebaliknya, orang Amerika cenderung lebih santai dan konsisten menggunakan on untuk hari atau akhir pekan, serta lebih sering menggunakan in untuk merujuk pada keberadaan di lembaga seperti.
Selain itu, perbedaan juga muncul pada penggunaan kata depan untuk arah atau durasiĀ misalnya, orang Inggris mungkin berkata “write to me” (menulis kepadaku), sementara orang Amerika sering kali menghilangkan kata depannya dan cukup berkata “write me”. Singkatnya, meskipun perbedaan ini tidak menghambat komunikasi, pilihan kata depan seperti at, on, in, dan to menjadi penanda identitas dialek yang cukup kental bagi penuturnya.
Contohnya :
| No | Penggunaan | British English | American English |
| 1 | Akhir pekan | at the weekend | on the weekend |
| 2 | Sekolah / Universitas | at school / university | in school / university |
| 3 | Menulis surat | write to me | write me |
| 4 | Hari libur | at Christmas | on Christmas |
| 5 | Waktu (pukul) | ten past six | ten after six |

5. Kata Kerja Berakhiran -ed vs. -t
Perbedaan akhiran kata kerja ini merupakan salah satu ciri paling unik dalam evolusi bahasa Inggris, di mana American English (AmE) cenderung melakukan standardisasi dengan menggunakan akhiran -ed yang beraturan untuk masa lampau (Past Simple) dan Past Participle.
Sebaliknya, British English (BrE) tetap mempertahankan bentuk tradisional dengan akhiran -t, yang mengubah kata-kata tersebut menjadi kata kerja tidak beraturan (irregular verbs) seperti pada kata burnt, learnt, dan spelt. Singkatnya, perbedaan antara penggunaan akhiran -ed dan -t ini tidak mengubah arti kata tersebut, namun secara instan menunjukkan apakah penulisnya mengikuti kaidah kebahasaan yang lebih modern atau tidak.
Contohnya :
| No | Verb (Arti) | British English | American English |
| 1 | Burn (Membakar) | burnt | burned |
| 2 | Learn (Belajar) | learnt | learned |
| 3 | Spell (Mengeja) | spelt | spelled |
| 4 | Dream (Bermimpi) | dreamt | dreamed |
| 5 | Leap (Melompat) | leapt | leaped |
| 6 | Smell (Mencium Bau) | smelt | smelled |
6. Perbedaan pada Tag Questions
Penggunaan tag questions mencerminkan karakteristik sosial yang berbeda, di mana penutur di Inggris sangat sering menyematkan pertanyaan pendek di akhir kalimat seperti “isn’t it?”, “don’t you?”, atau “haven’t they?” untuk membangun keakraban. Sebaliknya, orang Amerika cenderung lebih lugas dan jarang menggunakan struktur tag questions yang kompleks secara tata bahasa, lebih memilih untuk mengakhiri pernyataan dengan kata-kata sederhana yang bersifat universal seperti “right?” atau “huh?” untuk mengonfirmasi pemahaman lawan bicara.
Singkatnya, sementara orang Inggris menggunakan tag questions sebagai alat diplomasi sosial yang halus, orang Amerika menggunakannya hanya sebagai penegas poin yang baru saja disampaikan.
Contohnya :
| No | Penggunaan | British English | American English |
| 1 | Cuaca | It’s a lovely day, isn’t it? | It’s a lovely day, right? |
| 2 | Kesepakatan | You like coffee, don’t you? | You like coffee, right? |
| 3 | Kepemilikan | He has a car, hasn’t he? | He has a car, doesn’t he? / right? |
| 4 | Kenyataan | You’ve been there, haven’t you? | You’ve been there, right? |
7. Kata Kerja Intransitif dengan Objek Langsung
Dalam perkembangan bahasanya, penutur di Amerika Serikat sering kali melakukan simplifikasi dengan menghilangkan kata depan setelah kata kerja tertentu, sehingga mengubah kata kerja yang secara tradisional bersifat intransitif menjadi seolah-olah transitif dengan objek langsung.
Sedangkan penutur di Inggris akan merasa kalimat tersebut kurang lengkap dan tetap mempertahankan kata depan. Singkatnya, penghilangan kata depan membuat gaya bicara Amerika terasa lebih cepat dan praktis, sedangkan gaya Inggris tetap menjaga struktur gramatikal yang lebih tradisional dan formal.
Contohnya :
| No | Verb | British English | American English |
| 1 | Write | I will write to you. | I will write you. |
| 2 | Protest | They protested against the law. | They protested the law. |
| 3 | Appeal | The player appealed against the decision. | The player appealed the decision. |
| 4 | Talk | I need to talk to him. | I need to talk with him. |
| 5 | Meet | I met with the team. | I met the team. |
Baca Juga:
Mengenal Perbedaan Your and Yours
Memahami tujuh perbedaan utama antara British dan American English mulai dari penggunaan collective nouns, pemilihan tenses (Present Perfect vs Past Simple), hingga detail kecil pada kata depan dan tag questions merupakan langkah yang sangat penting bagi siapapun yang ingin tampil profesional dan konsisten dalam berkomunikasi di kancah internasional. Perbedaan-perbedaan ini menunjukkan bahwa bahasa Inggris bukan sekadar hafalan kata, melainkan pemahaman konteks budaya yang mendalam, baik saat kamu memilih gaya Amerika yang praktis maupun gaya Britania yang tradisional.
Untuk menguasai nuansa ini dengan lebih tajam, ICAN Learning Centre (ILC) hadir sebagai mitra belajar yang tepat melalui program pelatihan bahasa Inggris yang komprehensif. Di ILC, kamu tentunya tidak hanya diajarkan tata bahasa secara tekstual, tetapi juga dibimbing untuk mengenali detail-detail dialek tersebut agar siap menghadapi ujian standar internasional maupun kebutuhan karir global dengan lebih percaya diri.





