contoh kalimat request dalam bahasa inggris

Contoh Kalimat Request dalam Bahasa Inggris

Pernahkah kamu merasa butuh bantuan tapi bingung bagaimana cara menyampaikannya agar tidak terdengar seperti sedang memerintah? Di sinilah peran penting dari kalimat request. Secara sederhana, request adalah cara kamu meminta sesuatu kepada orang lain baik itu berupa barang, jasa, maupun informasi, dengan tetap menjaga sopan santun. Kalimat ini adalah jembatan komunikasi yang memastikan keinginan kita tersampaikan tanpa menyinggung perasaan lawan bicara.

Menguasai seni bertanya bukan sekadar soal susunan kata, melainkan tentang membangun hubungan yang baik dengan orang yang ada disekitar kamu. Mulai dari meminta tolong rekan kerja hingga memesan kopi di kafe favorit, pilihan kata yang tepat bisa membuat perbedaan besar pada respon yang kamu terima. Dalam artikel ini, kamu akan mengupas tuntas bagaimana cara menyusun kalimat permintaan yang efektif dan tetap terlihat elegan di berbagai situasi.

Pola dan Contoh Kalimat Request dalam Bahasa Inggris

Dalam bahasa Inggris, membuat kalimat request (permintaan) sangat bergantung pada kata kerja bantu yang disebut Modals. Pemilihan modal ini menentukan seberapa sopan atau formal permintaan kamu. Berikut adalah rumus dan contoh kalimat request yang paling umum digunakan:

Menggunakan “Can / Could”

Pola kalimat menggunakan Can atau Could merupakan struktur yang paling sering dijumpai dalam percakapan sehari-hari karena rumusnya yang sederhana, yaitu cukup dengan menempatkan kata kerja bantu tersebut di awal kalimat yang diikuti oleh subjek dan kata kerja bentuk pertama (Can/Could + Subject + Verb 1).

Meskipun secara fungsi hampir sama, keduanya memiliki nuansa yang berbeda: kata “Can you…” lebih tepat digunakan pada situasi informal atau saat berbicara dengan teman sebaya, sementara “Could you…” memberikan kesan yang lebih sopan dan halus sehingga sangat ideal digunakan dalam lingkungan profesional seperti kantor atau saat berbicara dengan orang yang lebih tua.

Contoh kalimatnya :

  • You can help me with this box. (Kamu bisa membantuku dengan kotak ini.)
  • You cannot (can’t) help me with this box. (Kamu tidak bisa membantuku dengan kotak ini.)
  • Can you help me with this box? (Bisakah kamu membantuku dengan kotak ini?)
  • You could send the email now. (Anda bisa mengirim emailnya sekarang.)
  • You could not (couldn’t) send the email now. (Anda tidak bisa mengirim emailnya sekarang.)
  • Could you send the email now? (Bisakah Anda mengirim emailnya sekarang?)

Menggunakan “Will / Would”

Pola kalimat yang berfokus pada kemauan (willingness) seseorang untuk membantu ini menggunakan rumus Will / Would + Subject (You) + Verb 1, dimana pilihan katanya sangat menentukan nuansa komunikasi yang dihasilkan.

Penggunaan “Will you…” cenderung bersifat kurang formal dan terkadang bisa terdengar seperti instruksi atau perintah langsung jika tidak diucapkan dengan nada yang tepat, sedangkan “Would you…” merupakan pilihan yang jauh lebih sopan dan halus, sehingga menjadi standar yang sangat umum digunakan dalam interaksi profesional maupun situasi formal lainnya.

Contoh kalimat : 

  • You will bring some snacks for the party. (Kamu akan membawa beberapa cemilan untuk pesta.)
  • You will not (won’t) bring some snacks for the party. (Kamu tidak akan membawa cemilan untuk pesta.)
  • Will you bring some snacks for the party? (Maukah kamu membawa beberapa cemilan untuk pesta?)
  • You would sign this document for me. (Anda bersedia menandatangani dokumen ini untuk saya.)
  • You would not (wouldn’t) sign this document for me. (Anda tidak bersedia menandatangani dokumen ini untuk saya.)

Menggunakan “Would you mind”

Penggunaan pola “Would you mind + Verb-ing” merupakan salah satu cara paling sopan dalam bahasa Inggris untuk meminta sesuatu karena secara harfiah berarti “Apakah Anda keberatan jika…”. Namun, kamu perlu berhati-hati dengan rumusnya karena pola ini wajib menggunakan bentuk Verb-ing setelah kata mind, serta memiliki logika respon yang unik; jika seseorang menjawab “No” atau “Not at all”, itu berarti mereka tidak keberatan dan bersedia membantu kamu..

Contoh kalimatnya  : 

  • You would mind helping me. (Anda akan keberatan membantu saya.)
  • You would not (wouldn’t) mind helping me. (Anda tidak akan keberatan membantu saya.)
  • Would you mind helping me? (Apakah Anda keberatan membantu saya?)
  • Would you mind turning down the volume (Apakah Anda keberatan mengecilkan volumenya?)

Menggunakan “I was wondering if you could…”

Pola “I was wondering if you could + Verb 1” merupakan bentuk permintaan tidak langsung yang dianggap sangat elegan dan sangat sopan karena tidak memberikan tekanan kepada lawan bicara. Dengan menggunakan struktur ini, kamu akan seolah-olah sedang menyampaikan pikiran atau pertimbangan pribadi terlebih dahulu sebelum mengajukan permohonan, sehingga memberikan kesan yang sangat berhati-hati, rendah hati, dan sangat profesional, terutama saat meminta bantuan yang cukup besar atau ketika berbicara dengan atasan dan orang yang sangat dihormati.

Contoh Kalimatnya : 

  • I was wondering if you could help me with this project? (Saya bertanya-tanya apakah Anda bisa membantu saya dengan proyek ini.?)
  • I was wondering if you could not make too much noise?. (Saya bertanya-tanya apakah Anda bisa untuk tidak terlalu berisik?.)
  • I was wondering, if you could lend me a hand? (Saya bertanya-tanya, apakah Anda bisa membantu saya?)

Kapan Sebaiknya Kalimat Request Digunakan?

Kalimat request sebaiknya digunakan bukan hanya saat kamu membutuhkan bantuan, tetapi juga sebagai alat penunjuk sosial untuk menjaga etika. Memilih waktu yang tepat untuk menggunakan request akan menentukan bagaimana orang lain memandang karakter kamu. Berikut adalah situasi-situasi utama kapan kamu harus menggunakan kalimat request:

Saat Meminta Bantuan (Asking for Help)

Pola ini merupakan inti dari komunikasi sehari-hari, kamu bisa menggunakan kalimat ini ketika sedang memerlukan bantuan tenaga, waktu, atau keahlian orang lain untuk menyelesaikan suatu tugas yang tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan menggunakan kalimat permintaan yang tepat, kamu tidak hanya sekedar meminta hasil, tetapi juga menunjukkan penghargaan terhadap nilai bantuan yang diberikan orang lain, sehingga kerja sama atau bantuan yang kamu terima terasa lebih tulus dan tanpa paksaan..

Saat Meminta Izin

Kamu dapat menggunakan pola ini sebagai instrumen untuk meminta izin sebelum kamu melakukan sesuatu yang dapat mempengaruhi ruang pribadi atau barang milik orang lain. Dengan menggunakan struktur permintaan yang sopan, kamu menunjukkan rasa hormat terhadap batasan (boundaries) orang tersebut, sehingga potensi terjadinya ketidaknyamanan atau konflik dapat dihindari karena kamu telah memastikan bahwa tindakan kamu disetujui oleh pemiliknya.

Saat Ingin “Memerintah” Secara Halus

Dalam lingkungan pekerjaan, penggunaan kalimat request berfungsi sebagai alat untuk “memerintah” secara halus (softening commands), yang sangat penting dalam menjaga moral dan motivasi tim. Alih-alih menggunakan kalimat perintah langsung atau imperative yang bisa terdengar kasar, seorang pemimpin yang efektif akan mengubah instruksi menjadi sebuah permintaan sopan guna menciptakan suasana kerja yang lebih kolaboratif dan saling menghargai.

Dengan cara ini, anggota tim tidak merasa didikte, melainkan merasa dilibatkan dan dihargai kontribusinya, sehingga tugas yang diberikan cenderung dikerjakan dengan senang hati dan tanggung jawab yang lebih besar.

Saat Berinteraksi dengan Orang Asing

Saat berada di tempat umum dan harus berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal, penggunaan kalimat request dengan tingkat kesopanan tertinggi adalah kewajiban etika yang tidak tertulis. Menggunakan pola yang sangat sopan seperti “Could you…”, “Would you mind…”, atau “I was wondering if…” berfungsi sebagai tanda hormat sekaligus cara untuk “mencairkan suasana” sebelum kamu meminta informasi atau arah jalan. Dengan memulai pembicaraan secara halus, orang asing akan merasa lebih aman dan dihargai, sehingga mereka akan cenderung lebih bersedia untuk memberikan bantuan atau informasi yang kamu butuhkan dengan ramah.

Baca Juga:
Kata Perintah dalam Bahasa Inggris

Sebagai kesimpulan, menguasai berbagai struktur kalimat request dalam bahasa Inggris bukan sekadar memahami tata bahasa, melainkan tentang mengasah kecerdasan sosial agar mampu berkomunikasi dengan sopan, jelas, dan profesional di berbagai situasi. Dengan pemilihan modals yang tepat seperti Could you atau Would you mind, kamu bisa membangun koneksi yang lebih baik serta meningkatkan peluang mendapatkan respon positif dari lawan bicara.

Bagi kamu yang ingin mendalami seni berkomunikasi ini lebih jauh, ICAN English hadir sebagai mitra belajar yang tepat melalui Conversation Class yang komprehensif. Bersama ICAN English, kamu tidak hanya akan diajarkan rumus-rumus teknis, tetapi juga dibimbing untuk mempraktikkan ekspresi request dan kemampuan berbicara lainnya secara natural hingga benar-benar percaya diri dalam menghadapi pergaulan global.

Form Konsultasi

Lengkapi Formulir berikut untuk memulai Konsultasi Gratis dengan tim ICAN English.

Form Konsultasi - Artikel