Pernahkah kamu merasa bingung bagaimana cara menceritakan kembali ucapan orang lain kepada teman kamu? Dalam bahasa Inggris, kemampuan ini berkaitan erat dengan konsep Direct dan Indirect Speech (kalimat langsung dan tidak langsung). Memahami perbedaan keduanya sangatlah penting karena hampir setiap hari kamu pasti melakukan aktivitas “melapor” atau berbagi informasi dari pihak ketiga. Tanpa penguasaan yang baik, pesan yang ingin disampaikan bisa menjadi salah kaprah, terutama dalam hal perubahan waktu (tenses) dan kata ganti orang yang sering kali berubah saat kamu mengubah format kalimatnya.
Menguasai Direct dan Indirect Speech akan membuat cara kamu bercerita menjadi jauh lebih luwes, akurat, dan terdengar profesional. Dalam percakapan sehari-hari, Indirect Speech atau Reported Speech justru lebih sering digunakan karena memberikan kesan yang lebih mengalir ketika kamu sedang merangkum sebuah pembicaraan. Artikel ringan ini akan memandu kamu memahami aturan main di balik kedua jenis kalimat tersebut, sehingga kamu tidak lagi ragu dalam memilih struktur yang tepat untuk menjaga kejelasan pesan dalam setiap interaksi bahasa Inggris kamu.
Topik Pembahasan
- Apa Itu Direct Speech?
- Apa Itu Indirect Speech?
- Tips Latihan Menguasai Soal Direct dan Indirect Speech
- Pahami Polanya Dulu
- Hafalkan Perubahan Tense yang Paling Sering Muncul
- Perhatikan Perubahan Keterangan Waktu dan Tempat
- Gunakan “If” atau “Whether” untuk Kalimat Tanya
- Banyakin Latihan Pendek tapi Rutin
- Cek Jawaban dengan Alasan
- Gunakan Teknik Reporting Verbs yang Bervariasi
- Perhatikan Perubahan Kalimat Perintah
- Pahami Kasus “Fakta Umum” yang Tidak Berubah
- Lakukan Latihan Role-Play
Apa Itu Direct Speech?
Secara umum, Direct Speech atau kalimat langsung merupakan metode penyampaian pesan dimana kamu mengulang kembali ucapan seseorang tepat sesuai dengan kata-kata asli yang mereka gunakan tanpa ada perubahan sedikit pun. Dalam format tulisan, ciri khas yang paling menonjol adalah penggunaan tanda kutip (“…”) untuk membungkus pernyataan asli tersebut, serta biasanya diikuti atau didahului oleh kata kerja pelapor seperti say, tell, atau ask. Hal ini berfungsi untuk memberikan batasan yang jelas antara narasi penulis dengan perkataan murni dari sang pembicara.
Fungsi utama dari penggunaan Direct Speech adalah untuk menjaga keaslian serta integritas pesan yang disampaikan agar tidak terjadi distorsi makna. Selain itu, teknik ini sangat efektif untuk memberikan kesan yang lebih dramatis, dinamis, dan hidup dalam sebuah cerita atau laporan. Dengan menyajikan kutipan langsung, pembaca atau pendengar seolah-olah diajak untuk hadir langsung di lokasi kejadian dan mendengarkan sendiri emosi serta nada bicara dari sang narasumber, sehingga komunikasi terasa jauh lebih personal dan autentik.
Contoh Kalimatnya :
- John said, “I am very hungry.” (John berkata, “Aku sangat lapar.”)
- “I will call you tomorrow,” Mary told me. (“Aku akan meneleponmu besok,” kata Mary kepadaku.)
- The teacher asked, “Do you understand the lesson?” (Guru bertanya, “Apakah kalian mengerti pelajarannya?”)
- “Don’t open the door!” my mom shouted. ” (Jangan buka pintunya!” teriak ibuku.)
- They said, “We are playing football now.” (Mereka berkata, “Kami sedang bermain bola sekarang.”)
Apa Itu Indirect Speech?
Secara umum, Indirect Speech (kalimat tidak langsung) atau yang sering disebut dengan Reported Speech adalah cara kamu menyampaikan kembali ucapan seseorang tanpa mengutip kata-katanya secara persis. Dalam format ini, kamu tidak lagi menggunakan tanda kutip, melainkan merangkum inti pembicaraan tersebut ke dalam struktur kalimat kita sendiri dengan menambahkan kata penghubung seperti “that” atau “if/whether”. Hal ini membuat percakapan terasa lebih mengalir dan menyatu dengan narasi yang sedang kamu sampaikan kepada pendengar.
Ciri utama dari Indirect Speech adalah terjadinya perubahan elemen yang signifikan dalam kalimat untuk menyesuaikan dengan perspektif pelapor. Perubahan ini mencakup pergeseran kata kerja (backshift of tenses), penyesuaian kata ganti orang (pronouns), serta perubahan keterangan waktu dan tempat agar relevan dengan saat informasi tersebut dilaporkan. Sebagai contoh, kata “now” sering berubah menjadi “then” dan “here” menjadi “there”, karena saat kamu melaporkan ucapan tersebut, situasi serta waktunya biasanya sudah berbeda dari kejadian aslinya.
Contoh Kalimatnya :
- “He said that he was happy.” (Dia bilang bahwa dia senang.)
- “Anna said that she had lost her keys.” (Anna berkata bahwa dia telah kehilangan kuncinya.)
- “They said they would go to Bali.” (Mereka berkata mereka akan pergi ke Bali.)
- “The doctor said that I had to rest.” (Dokter berkata bahwa saya harus istirahat.)
- “He asked if I liked coffee.” (Dia bertanya apakah saya suka kopi.)

Tips Latihan Menguasai Soal Direct dan Indirect Speech
Menguasai soal Direct dan Indirect Speech memang memerlukan ketelitian ekstra karena banyaknya komponen yang berubah secara bersamaan. Namun, dengan strategi yang tepat, kamu bisa menaklukkan topik ini dengan mudah. Berikut adalah tips praktis untuk membantu kamu menguasai latihan soal Direct dan Indirect Speech:
Pahami Polanya Dulu
Untuk menguasai Indirect Speech secara efektif, langkah pertama yang paling penting adalah memahami pola perubahan elemen-elemen utamanya secara terintegrasi dalam satu kesatuan kalimat. Fokus utama harus tertuju pada pergeseran Tense atau kata kerja yang biasanya mundur satu tingkat ke masa lalu (backshift), penyesuaian Pronoun atau kata ganti orang agar selaras dengan perspektif pelapor, serta perubahan Kata Keterangan Waktu dan Tempat untuk menyesuaikan dengan konteks saat informasi tersebut disampaikan kembali.
Dengan memahami keterkaitan ketiga aspek ini, kamu tidak hanya sekedar menghafal rumus, tetapi juga mampu menangkap logika di balik pelaporan informasi sehingga kalimat yang dihasilkan tetap akurat dan terdengar natural bagi pendengar.
Hafalkan Perubahan Tense yang Paling Sering Muncul
Menghafal pola perubahan tense adalah kunci utama dalam menguasai kalimat tidak langsung (reported speech). Beberapa perubahan dasar yang wajib kamu kuasai antara lain adalah bentuk Present yang berubah menjadi Past (seperti am/is/are menjadi was/were atau do/does menjadi did), bentuk Past yang bergeser menjadi Past Perfect (contohnya went menjadi had gone), serta bentuk Future di mana kata will berubah menjadi would.
Namun, perlu diingat catatan penting bahwa jika kata kerja pelapornya (reporting verb) berbentuk present seperti says atau tells, maka tense di dalam kalimat tersebut tidak mengalami perubahan sama sekali.
Perhatikan Perubahan Keterangan Waktu dan Tempat
Dalam penyusunan kalimat tidak langsung, memperhatikan perubahan keterangan waktu dan tempat merupakan aspek penting yang sering kali menjadi penentu keakuratan sebuah informasi. Kamu harus selalu waspada terhadap “jebakan” dalam soal atau percakapan dengan memastikan kata-kata tersebut berubah sesuai konteks pelaporan, seperti now yang bergeser menjadi then, today menjadi that day, serta tomorrow yang berubah menjadi the following day atau the next day.
Begitu pula dengan penyebutan masa lalu dan lokasi, dimana yesterday harus diubah menjadi the day before atau the previous day, dan kata penunjuk tempat here bergeser menjadi there guna menyesuaikan dengan perspektif waktu dan ruang saat pesan tersebut disampaikan kembali.
Gunakan “If” atau “Whether” untuk Kalimat Tanya
Dalam menghadapi kalimat tanya yang membutuhkan jawaban “Ya/Tidak” (Yes/No Questions), aturan penting dalam Indirect Speech adalah mengganti fungsi kata tanya dengan penghubung if atau whether. Selain mengubah penghubungnya, kamu juga harus memperhatikan perubahan struktur kalimatnya susunan yang semula berbentuk kalimat tanya harus diubah kembali menjadi struktur kalimat pernyataan, di mana subjek diletakkan terlebih dahulu sebelum kata kerja.
Hal ini sangat penting agar kalimat laporan kamu tidak terdengar janggal dan tetap mengikuti kaidah tata bahasa yang mengharuskan hilangnya kata bantu tanya seperti do, does, atau did dalam format kalimat tidak langsung tersebut.
Banyakin Latihan Pendek tapi Rutin
Konsistensi merupakan kunci utama dalam menguasai struktur bahasa yang kompleks seperti Direct dan Indirect Speech. Sangat disarankan untuk menerapkan strategi latihan dalam durasi pendek namun rutin, misalnya dengan mengerjakan 5 hingga 10 soal setiap hari, karena metode ini jauh lebih efektif untuk memperkuat memori jangka panjang dibandingkan mengerjakan 50 soal sekaligus dalam satu waktu yang justru berisiko memicu kejenuhan.
Kamu dapat memanfaatkan berbagai sumber latihan yang tersedia di sekitar kamu, mulai dari buku LKS, arsip soal ujian nasional atau UTBK, hingga mencoba tantangan kreatif dengan mengubah dialog dari film atau lirik lagu favorit kamu sendiri ke dalam format kalimat tidak langsung guna mengasah kepekaan konteks secara nyata.
Cek Jawaban dengan Alasan
Langkah yang tidak kalah penting dalam mengasah kemampuan tata bahasa adalah selalu melakukan evaluasi mendalam dengan memeriksa setiap jawaban beserta alasannya. Alih-alih hanya terpaku pada status benar atau salah, kamu harus membiasakan diri untuk bersikap kritis dengan mempertanyakan logika di balik setiap perubahan, seperti mengapa tense tertentu harus bergeser ke masa lalu atau mengapa dalam konteks tersebut lebih tepat menggunakan if dibandingkan that.
Proses bertanya pada diri sendiri ini sangat efektif untuk membangun pemahaman konseptual yang kuat di dalam otak, sehingga kemampuan kamu bukan lagi berdasarkan tebakan semata, melainkan didasari oleh pemahaman struktur yang matang.
Gunakan Teknik Reporting Verbs yang Bervariasi
Jangan hanya terpaku pada kata said atau told. Untuk membuat kalimat tidak langsung kamu lebih “hidup” dan akurat secara emosi, gunakan kata kerja pelapor yang lebih spesifik. Misalnya, gunakan “complained” untuk keluhan, “promised” untuk janji, atau “exclaimed” untuk seruan. Ini akan memberikan konteks yang lebih jelas pada laporan kamu.
Perhatikan Perubahan Kalimat Perintah
Dalam memahami struktur kalimat tidak langsung, kamu juga perlu memperhatikan perubahan pada Kalimat Perintah atau Permintaan (Imperatives). Berbeda dengan kalimat pernyataan yang melibatkan perubahan tenses yang kompleks, pola untuk kalimat perintah jauh lebih sederhana karena kamu hanya perlu menggunakan struktur to + infinitive (kata kerja dasar).
Jika perintah tersebut bersifat positif (seperti “Close the door!”), kamu cukup menambahkan kata to sebelum kata kerja, sedangkan untuk perintah negatif atau larangan (seperti “Don’t open the window!”), kamu cukup menggunakan not to. Dengan memahami pola ringkas ini, kamu tidak perlu lagi dipusingkan oleh perubahan waktu yang rumit, karena fokus utamanya terletak pada penyampaian instruksi tersebut melalui kata penghubung yang tepat.
Pahami Kasus “Fakta Umum” yang Tidak Berubah
Dalam mempelajari Indirect Speech, terdapat satu pengecualian penting yang perlu dipahami agar informasi yang disampaikan tetap logis, yaitu pada kasus fakta ilmiah atau kebenaran umum. Jika ucapan asli yang dilaporkan berisi informasi berupa hukum alam, fakta sains, atau kebenaran yang masih berlaku hingga saat ini, kamu tidak wajib mengubah tenses-nya ke masa lampau meskipun kata kerja pelapornya (reporting verb) menggunakan bentuk lampau seperti said atau explained.
Penggunaan present tense tetap dipertahankan dalam situasi ini untuk menunjukkan bahwa pernyataan tersebut adalah fakta abadi yang tidak dipengaruhi oleh perubahan waktu saat pelaporan, sehingga pesan yang kamu sampaikan tetap akurat.
Lakukan Latihan Role-Play
Menerapkan praktik langsung dengan teman merupakan strategi yang sangat efektif untuk mengasah kecepatan berpikir dalam mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung. Dalam latihan ini, kamu bisa meminta teman untuk mengucapkan satu kalimat pendek, lalu tugas kamu adalah segera melaporkan kembali isi ucapan tersebut kepada orang lain dengan menyesuaikan elemen bahasanya.
Proses berbicara secara spontan ini akan memaksa otak kamu untuk memproses berbagai perubahan kata ganti (pronoun), pergeseran waktu (tenses), hingga penyesuaian keterangan tempat secara cepat dan jauh lebih cepat dibandingkan jika kamu hanya berlatih menulis di atas kertas.
Baca juga:
Rumus Bahasa Inggris untuk Daily Conversation
Direct Indirect Speech: Pengertian, Jenis Dan Contoh
Penguasaan Direct dan Indirect Speech merupakan elemen penting untuk membangun komunikasi yang akurat dan profesional, dimana ketelitian dalam mengubah tenses, kata ganti, serta keterangan waktu menjadi kunci utama agar pesan tetap tersampaikan dengan benar. Meskipun aturan perubahannya tampak rumit, kamu dapat menaklukkannya dengan memahami pola dasar serta rajin melakukan latihan rutin yang bervariasi.
Untuk mempercepat proses belajar dan memastikan kamu benar-benar menguasai logika di balik setiap perubahannya, bergabung dengan ICAN English adalah solusi terbaik karena disini kamu akan dibimbing oleh mentor suportif melalui metode praktik langsung dan diskusi kelompok yang interaktif. Bersama ICAN English, teori yang membingungkan akan berubah menjadi keahlian komunikasi yang alami, sehingga kamu tidak hanya sekedar menghafal rumus, tetapi juga refleks dan percaya diri dalam menceritakan kembali berbagai informasi dalam bahasa Inggris di situasi nyata.





