Pernahkah kamu merasa bahwa satu kata benda saja terkadang tidak cukup untuk menggambarkan sesuatu secara detail? Misalnya, saat ingin menyebutkan sebuah buku, kita sering kali ingin memperjelasnya menjadi “buku tebal yang berwarna biru itu.” Di sinilah peran penting dari noun phrase. Secara definisi, noun phrase adalah frasa yang diperoleh dari adanya penggabungan noun (kata benda), pronoun (kata ganti benda), atau number. Melalui gabungan elemen-elemen ini, kamu dapat menyusun satuan kata yang berfungsi sebagai satu identitas benda yang lebih utuh dalam sebuah kalimat.
Keberadaan struktur ini sangat krusial dalam komunikasi karena frasa berguna apabila terdapat sebuah kata benda yang kurang spesifik untuk menjelaskan kata benda itu sendiri. Tanpa tambahan informasi seperti kata sifat atau penunjuk jumlah, pendengar mungkin akan kesulitan memahami benda mana yang dimaksud. Dengan menggunakan noun phrase, tulisan kamu akan menjadi lebih kaya dan deskriptif, sehingga pembaca dapat memvisualisasikan objek yang kita bicarakan dengan jauh lebih akurat.
Topik Pembahasan
Rumus dan Contoh Kalimat Noun Phrase
Setelah memahami pengertiannya, kamu dapat berpikit bagaimana cara menyusun frasa ini. Struktur noun phrase umumnya terdiri dari dua bagian utama: Head (kata benda utama yang dijelaskan) dan Modifier (kata yang menjelaskan kata benda tersebut).
Noun + Noun
Dalam tata bahasa Inggris, pola Noun + Noun atau yang sering disebut dengan Compound Noun merupakan penggabungan dua kata benda untuk membentuk satu kesatuan makna yang spesifik. Rumus dasarnya adalah [Noun 1 sebagai Penjelas] + [Noun 2 sebagai Inti], di mana kata benda pertama berfungsi memberikan informasi detail mengenai jenis, fungsi, atau asal dari kata benda kedua.
Meskipun terdiri dari dua kata, fokus utamanya tetap pada satu benda tunggal, seperti pada kata newspaper (kertas berita/koran), pizza box (kotak pizza), air conditioner (pendingin udara), dan school truck (truk sekolah).
contoh kalimatnya :
- “Don’t throw away the pizza box; we can recycle it.” (Jangan buang kotak pizza itu; kita bisa mendaur ulangnya.)
- “My father is waiting for us at the train station entrance.”(Ayahku sedang menunggu kita di pintu masuk stasiun kereta.)
Noun + of + Noun
Pola Noun + of + Noun merupakan cara lama dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan hubungan antara dua kata benda, biasanya untuk menyatakan kepemilikan, bagian dari sesuatu, atau jumlah. Berbeda dengan pola Noun + Noun yang cenderung menggabungkan dua kata menjadi satu konsep baru, pola ini menggunakan kata depan “of” sebagai jembatan untuk memberikan penjelasan yang lebih spesifik atau formal. Rumus utamanya adalah [Noun Inti] + of + [Noun Penjelas], dimana fokus pembicaraan berada pada kata benda yang pertama.
Contoh penggunaan pola ini bisa dilihat pada kalimat berikut ini :
- “The color of the sky is very beautiful this evening.” (Warna langit itu sangat indah sore ini.)
- “I would like to order a cup of coffee, please.” (Saya ingin memesan secangkir kopi.”)
Determiner + Adverb + Adjective + Noun
Pola Determiner + Adverb + Adjective + Noun adalah struktur frasa kata benda yang paling lengkap untuk memberikan deskripsi yang sangat mendalam dan spesifik terhadap suatu objek. Dalam susunan ini, setiap elemen memiliki peran berjenjang: Determiner (seperti a, an, the, this) membatasi kata benda, Adverb (seperti very, extremely, totally) memberikan tingkatan atau derajat pada kata sifat, dan Adjective (seperti expensive, smart, beautiful) memberikan kualitas pada Noun sebagai inti pembicaraan.
Pola ini memungkinkan kita untuk tidak hanya menyebutkan sifat suatu benda, tetapi juga seberapa kuat intensitas sifat tersebut.
Contoh konkret dari pola ini
- “My father is a very hardworking man.” (Ayahku adalah seorang pria yang sangat pekerja keras.)
- “I want to buy that extremely expensive laptop.” (Aku ingin membeli laptop yang sangat mahal itu.)
V-Ing + Noun (Gerund)
Pola V-ing + Noun dalam bentuk Gerund merupakan susunan kata benda majemuk di mana kata kerja berakhiran -ing berfungsi untuk menjelaskan fungsi atau tujuan dari kata benda yang mengikutinya. Berbeda dengan present participle yang menunjukkan suatu benda sedang melakukan aksi, Gerund disini berperan sebagai penjelas kegunaan benda tersebut.
Rumus dasarnya adalah [V-ing (sebagai fungsi/tujuan)] + [Noun (sebagai inti)], yang secara makna dapat diartikan sebagai “benda yang digunakan untuk (aktivitas tersebut)”.
Contoh kalimatnya :
- “We spent the whole afternoon at the swimming pool”.(Kami menghabiskan sepanjang sore di kolam renang.)
- “The family is gathering in the dining room for dinner.” (Keluarga itu sedang berkumpul di ruang makan untuk makan malam.)
V-ing + Noun (Participle)
Berbeda dengan Gerund, pola V-ing + Noun yang menggunakan Present Participle berfungsi sebagai kata sifat (adjective) untuk menjelaskan kondisi atau aksi yang sedang dilakukan oleh benda tersebut. Dalam pola ini, kata benda (noun) adalah subjek yang melakukan tindakan dari kata kerja berakhiran -ing. Rumus dasarnya adalah [V-ing (sebagai sifat/aksi)] + [Noun (pelaku aksi)], yang secara sederhana dapat diartikan sebagai “benda yang sedang (melakukan sesuatu)”.
Contoh kalimatnya :
- “We went to the beach to see the rising sun.” (Kami pergi ke pantai untuk melihat matahari yang sedang terbit.)
- “The mother tried to soothe her crying baby” (Ibuku membeli mesin cuci baru kemarin.)
V3 + Noun (Participle)
Pola V3 + Noun yang menggunakan Past Participle (kata kerja bentuk ketiga) berfungsi sebagai kata sifat untuk menunjukkan bahwa benda tersebut menerima aksi atau berada dalam kondisi tertentu akibat kejadian di masa lalu. Berbeda dengan Present Participle (V-ing) yang bermakna aktif atau “sedang melakukan”, Past Participle (V3) memiliki makna pasif atau “sudah dikenai tindakan”. Rumusnya adalah [V3 (sebagai sifat/kondisi)] + [Noun (inti)], yang bisa diterjemahkan sebagai “benda yang di-…” atau “benda yang ter-…
Contoh kalimatnya :
- “The broken window must be repaired immediately.” (Jendela yang rusak itu harus segera diperbaiki.)
- “I ordered a plate of fried rice for breakfast.” (Aku memesan sepiring nasi goreng untuk sarapan.” (Kondisi: Nasinya telah digoreng)
Adjective + Noun
Pola Adjective + Noun merupakan bentuk dasar dan paling umum dalam membangun noun phrase untuk memberikan kualitas atau sifat pada suatu benda. Dalam susunan ini, Adjective (kata sifat) diletakkan tepat sebelum Noun (kata benda) untuk memberikan deskripsi visual, ukuran, warna, hingga karakter dari benda tersebut. Rumus sederhananya adalah [Adjective] + [Noun], di mana kata sifat tersebut berfungsi untuk mempersempit makna benda agar menjadi lebih spesifik bagi pendengar atau pembaca.
Contoh kalimatnya :
- “She is a smart student.” (Dia adalah seorang siswa yang pintar)
- “She has long black hair that looks very healthy.” (Dia memiliki rambut hitam panjang yang terlihat sangat sehat)

Contoh Dialog Bahasa Inggris yang Menggunakan Noun Phrase
Berikut adalah contoh dialog bahasa Inggris yang menggunakan berbagai jenis Noun Phrase dalam situasi kehidupan sehari-hari, lengkap dengan terjemahannya yang bisa kamu baca untuk mempermudah kamu mempelajari Noun Phrase
Di Bandara (At the Airport)
Sita: “The departure hall is so crowded today. I hope we aren’t late.” (Aula keberangkatan sangat ramai hari ini. Aku harap kita tidak terlambat.)
Deni: “Don’t worry. Look, the moving walkway is empty. Let’s use it to get to our gate faster.” (Jangan khawatir. Lihat, lantai berjalan itu kosong. Ayo gunakan itu agar sampai ke gerbang kita lebih cepat.)
Sita: “Wait, I need to put my passport cover into this small front pocket of my bag.” (Tunggu, aku perlu memasukkan sampul paspor ke dalam kantong depan kecil di tasku ini.)
Deni: “Is that a stolen suitcase over there? It looks abandoned near the waiting area.” (Apakah itu koper curian di sebelah sana? Terlihat ditinggalkan di dekat area tunggu.)
Sita: “I don’t think so. Maybe it’s just a forgotten bag. We should tell the security guard.” (Sepertinya tidak. Mungkin itu hanya tas yang terlupakan. Kita harus memberitahu penjaga keamanan.)
Deni: “Good idea. It’s an extremely busy morning, we have to be careful.” (Ide bagus. Ini adalah pagi yang sangat sibuk, kita harus berhati-hati.)
Merencanakan Liburan (Planning a Vacation)
Maya: “I’ve been dreaming of visiting the city of lights since I was a child.” (Aku sudah bermimpi mengunjungi kota cahaya itu sejak aku masih kecil.)
Rian: “Paris? That’s an incredibly romantic destination for a summer holiday.” (Paris? Itu adalah destinasi yang sangat romantis untuk liburan musim panas.)
Maya: “I know! I want to see the Eiffel Tower and eat delicious French croissants every morning.” (Aku tahu! Aku ingin melihat Menara Eiffel dan makan croissant Prancis yang lezat setiap pagi.)
Rian: “Don’t forget to bring your high-quality camera. You’ll want to capture every beautiful moment there.” (Jangan lupa bawa kamera berkualitas tinggi mu. Kamu pasti ingin mengabadikan setiap momen indah di sana.)
Maya: “Definitely. It will be a truly unforgettable trip for me.” (Pasti. Itu akan menjadi perjalanan yang benar-benar tak terlupakan bagiku.)
Di Sebuah Perpustakaan atau Toko Buku (At a Bookstore/Library)
Bima: “Wow, look at the ancient history books on that top shelf. They look so interesting.” (Wow, lihat buku-buku sejarah kuno di rak paling atas itu. Kelihatannya sangat menarik.)
Alya: “They do, but I prefer this modern science fiction novel. It’s a very popular story right now.” (Memang, tapi aku lebih suka novel fiksi ilmiah modern ini. Ini adalah cerita yang sangat populer saat ini.)
Bima: “I see. Wait, is that a signed copy by the famous author?” (Aku mengerti. Tunggu, apakah itu salinan bertanda tangan oleh penulis terkenal itu?)
Alya: “Yes! But I accidentally dropped it on the wet floor near the drinking fountain.” (Ya! Tapi aku tidak sengaja menjatuhkannya ke lantai yang basah di dekat pancuran air minum.)
Bima: “Oh no! Hopefully, the beautiful paper cover isn’t ruined. You should be careful.” (Oh tidak! Semoga sampul kertas yang indah itu tidak rusak. Kamu harus berhati-hati.)
Di Ruang Tamu (In the Living Room)
Kevin: “Where is everyone? The house is so quiet.” (Di mana semua orang? Rumahnya sepi sekali.)
Linda: “My little sister is in the backyard. She loves to play with her toys there.” (Adik perempuan kecilku ada di halaman belakang. Dia suka bermain dengan mainannya di sana.)
Kevin: “Is she playing with that colorful plastic dollhouse?” (Apakah dia sedang bermain dengan rumah boneka plastik yang berwarna-warni itu?)
Linda: “Yes, and she also has a fluffy white teddy bear with her.” (Ya, dan dia juga membawa beruang madu putih yang berbulu halus bersamanya.)
Kevin: “She is such a creative child.” (Dia benar-benar anak yang kreatif.)
Menyiapkan Rapat (Preparing for a Meeting)
Toni: “Santi, have you seen the printed report for our weekly meeting?” (Santi, apakah kamu melihat laporan yang sudah dicetak untuk rapat mingguan kita?)
Santi: “It’s on your messy wooden desk, under the coffee mug.” (Itu ada di meja kayu berantakanmu, di bawah cangkir kopi itu.)
Toni: “Oh, I see it. We also need a highly professional presentation to impress the new client.” (Oh, aku melihatnya. Kita juga butuh presentasi yang sangat profesional untuk membuat klien baru itu terkesan.)
Santi: “I’ve prepared it in the rotating flash drive on the conference table.” (Aku sudah menyiapkannya di dalam penggerak kilat (flashdisk) yang berputar di atas meja konferensi.)
Toni: “Great! Let’s go to the air-conditioned room now. Everyone is waiting.” (Bagus! Ayo pergi ke ruangan ber-AC itu sekarang. Semua orang sudah menunggu.)
Baca Juga:
Materi Pronoun dalam Bahasa Inggris
Noun phrase merupakan elemen penting dalam tata bahasa yang memungkinkan kita berkomunikasi secara lebih spesifik melalui penggabungan kata benda dengan berbagai modifikator. Mulai dari pola sederhana seperti Adjective + Noun dan Noun + Noun, hingga struktur yang lebih kompleks seperti penggunaan Gerund untuk fungsi, Participle (V-ing dan V3) untuk menggambarkan kondisi aktif maupun pasif, serta pola Determiner + Adverb + Adjective + Noun yang sangat detail.
Penggunaan pola-pola ini, termasuk struktur formal Noun + of + Noun, sangat membantu dalam mengubah kata benda yang tadinya umum menjadi informasi yang lebih kaya, deskriptif, dan mudah divisualisasikan oleh lawan bicara.
Menguasai berbagai pola noun phrase ini adalah langkah awal yang cerdas untuk meningkatkan kemampuan writing dan speaking kamu menjadi lebih profesional, dan ICAN Learning Centre (ILC) hadir sebagai mitra belajar yang tepat untuk membantu kamu mendalaminya. Dengan metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif, ILC memastikan setiap siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga mampu menerapkan setiap struktur kalimat tersebut dalam percakapan sehari-hari maupun kebutuhan akademik. Bergabung bersama ILC akan membantu kamu mengasah rasa percaya diri dalam berbahasa Inggris, sehingga menyusun kalimat yang kompleks dan bermakna tidak lagi menjadi hal yang sulit bagi kamu.





