topik dalam ielts speaking bahasa inggris

Ragam Topik Bahasa Inggris yang Sering Muncul di IELTS Speaking Test

Kalau kamu sedang persiapan IELTS, pasti tahu dong bagian yang paling bikin deg-degan: tes Speaking! Nah, topik IELTS Speaking itu sebenarnya bisa banget diprediksi kalau kamu tahu polanya. Banyak pertanyaan yang muncul berulang dengan tema yang mirip-mirip, mulai dari topik sehari-hari seperti hobi, pekerjaan, cuaca, sampai isu lebih luas seperti pendidikan dan teknologi. Jadi, kuncinya bukan cuma latihan ngomong lancar, tapi juga paham tren topik yang sering keluar.

Tes Speaking IELTS bukan sekadar menguji kemampuan bahasa Inggris kamu, tapi juga cara berpikir dan berkomunikasi. Dengan memahami pola topiknya, kamu bisa menyiapkan ide dan kosakata relevan sejak awal. Misalnya, kalau sering muncul tema tentang lingkungan, kamu bisa lebih siap dengan contoh nyata atau opini pribadi yang kuat. Pola seperti ini bikin persiapan jadi lebih strategis, bukan cuma hafalan semata.

Struktur Umum IELTS Speaking Test

Tes Speaking ini dibagi menjadi tiga bagian, dan masing-masing punya pola tugas yang berbeda untuk menguji kemampuan berbicara kamu dari berbagai sisi. Jadi, bukan cuma dinilai dari seberapa lancar kamu bicara, tapi juga dari cara kamu menyampaikan ide, opini, dan pengalaman pribadi secara logis dan natural. Berikut apa saja struktur umum pada ujian IELTS Speaking:

  • Speaking Part 1 – Introduction and Interview
  • Speaking Part 2 – Long Turn
  • Speaking Part 3 – Discussion

Di bagian pertama ini, penguji akan memperkenalkan diri dan memeriksa identitas kamu. Setelah itu, kamu akan diberi beberapa pertanyaan umum seputar topik yang sudah akrab di kehidupan sehari-hari. Durasi bagian ini biasanya sekitar 4 sampai 5 menit, jadi semuanya berlangsung cepat dan ringan. Kamu diharapkan bisa menjawab berbagai pertanyaan dengan jelas, menunjukkan pemahaman, dan menjaga alur percakapan tetap natural.

Nah, di bagian kedua, kamu akan mendapat giliran bicara lebih lama secara individu. Penguji akan memberikan kamu sebuah kartu tugas (task card) yang berisi topik tertentu beserta beberapa poin panduan yang perlu kamu bahas. Kamu juga akan diberi waktu satu menit untuk menyiapkan jawaban, lengkap dengan kertas dan pensil untuk mencatat ide-ide penting. Setelah itu, kamu harus berbicara selama dua menit penuh tanpa henti sampai penguji menghentikanmu.

Di bagian terakhir, kamu akan diajak berdiskusi bersama penguji. Topik diskusi biasanya masih berkaitan dengan Part 2, tapi dibahas dalam konteks lebih luas dan abstrak. Durasi Part 3 juga sekitar 4 sampai 5 menit. Di bagian ini, kamu akan ditantang berpikir lebih kritis dan menyampaikan ide dengan argumen yang jelas. Kamu diharapkan bisa menunjukkan kemampuan berpikir logis, menggunakan kosa kata lebih kompleks, dan tetap menjaga kejelasan dalam berbicara.

Baca Juga:
Tips Percaya Diri saat Speaking IELTS, Gak Gugup Lagi!

Topik yang Sering Muncul dan Populer dalam Speaking Test IELTS

Speaking IELTS biasanya punya tema yang seringkali muncul, walaupun kita gak pernah tahu tema apa yang akan didapatkan. Jadi, persiapan yang tepat bisa bikin kamu lebih siap ngomong lancar dan percaya diri saat duduk di depan penguji.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin daftar topik speaking Bahasa Inggris paling populer di setiap bagian tes IELTS. Mulai dari pertanyaan ringan tentang kehidupan sehari-hari di Part 1, sampai diskusi yang lebih mendalam di Part 3. Setiap part punya karakter dan cara menjawabnya sendiri, jadi pastikan kamu paham strateginya juga, ya!

Topik Part 1

Topik speaking yang sering muncul di Part 1 biasanya seputar hal-hal personal dan keseharian kamu. Contohnya:

  • Work
  • Study
  • Hometown
  • Home
  • Family
  • Technology and Media
  • The Weather
  • Food
  • Sport
  • Hobbies and Interests

Masalah yang sering muncul di Part 1 biasanya karena peserta terlalu gugup di awal tes, jadi jawabannya terdengar pendek dan kaku. Banyak juga yang terjebak dengan kalimat hafalan, sehingga suaranya nggak natural di telinga penguji. Selain itu, kadang peserta lupa memberikan detail tambahan, padahal bagian ini adalah kesempatan bagus untuk menciptakan kesan pertama yang positif. 

Untuk mengatasi semua masalah itu, strateginya simpel tapi penting: jawab dengan lengkap, bukan cuma yes/no. Tambahkan alasan dan contoh biar jawabanmu lebih hidup. Misalnya, kalau ditanya “Do you like your job?”, jangan cuma jawab “Yes, I do”. Tapi kamu perlu menambahkan alasan seperti “Yes, I do because it allows me to be creative every day”

Dengan cara ini, penguji bisa menilai cara kamu berpikir dan menyusun kalimat. Anggap aja lagi ngobrol santai, tapi tetap pakai bahasa Inggris yang natural dan jelas.

Topik Part 2

Di bagian ini, kamu akan diberi cue card dengan satu topik tertentu. Contoh topik speaking test tersebut bisa berupa:

  • Inspiration
  • Sports
  • Family
  • Exercise
  • Movie
  • Event
  • Gift
  • Experience
  • Hometown
  • Food

Masalah yang sering muncul di Part 2 biasanya karena peserta kehabisan ide di tengah jalan atau terlalu fokus baca catatan. Akibatnya, alur bicara jadi nggak natural dan cenderung monoton. Ada juga yang berbicara terlalu cepat di awal, sehingga seringkali para peserta kehabisan ide karena terlalu terburu-buru sebelum durasi dua menit itu berakhir. Kadang, peserta juga lupa mengaitkan jawaban dengan pengalaman pribadi, padahal cara ini bisa bikin jawaban lebih menarik dan mudah diingat penguji. 

Strategi terbaik buat Part 2 adalah bikin outline kecil selama waktu persiapan satu menit. Catat poin penting biar kamu nggak kehilangan arah waktu ngomong dua menit nanti. Fokus ke struktur jawaban: mulai dari pengantar singkat, lalu jelaskan detail utama, dan tutup dengan kesimpulan kecil atau opini pribadi. Jangan takut buat improvisasi! Yang penting, kamu tetap berbicara lancar dan ide kamu tersusun logis.

Topik Part 3

Part terakhir ini berbentuk interview, di mana tugas peserta hanya menjawab pertanyaan yang diberikan oleh examiner. Topik-topiknya biasanya lebih abstrak dan luas, misalnya:

  • Books
  • Family
  • Social Issues
  • Culture
  • Advertising
  • Art
  • Food
  • Movies
  • Weather
  • Work

Masalah yang sering muncul di Part 3 biasanya karena peserta kesulitan menjawab pertanyaan abstrak atau bersifat opini. Banyak yang bingung harus mulai dari mana atau takut jawabannya salah. Padahal, di bagian ini nggak ada jawaban benar atau salah, yang dinilai justru cara kamu menjelaskan pendapat dengan logis. Ada juga peserta yang ngomong terlalu pendek karena kehabisan ide, atau sebaliknya, jadi bertele-tele tanpa arah.

Strateginya, tunjukkan kemampuan berpikir kritis kamu. Di bagian ini, penguji ingin lihat bagaimana kamu mengembangkan opini, memberikan alasan logis dan bisa memberikan pendapat dengan sopan.

Misalnya, kalau ditanya soal “Do you think advertising influences what people buy?”, jangan hanya menjawab iya atau tidak. Jelaskan alasannya dan kasih contoh, misalnya dari pengalaman kamu sendiri atau fenomena umum di sekitar. Semakin natural dan terstruktur jawabanmu, semakin tinggi peluang kamu dapat skor bagus!

Dari semua pembahasan di atas, bisa disimpulkan kalau topik IELTS Speaking sebenarnya nggak sesulit yang kamu bayangin. Banyak topiknya berulang, mulai dari pertanyaan ringan tentang diri sendiri di Part 1, pembicaraan panjang di Part 2, sampai diskusi mendalam di Part 3, semuanya bisa kamu kuasai dengan latihan tepat. 

Kuncinya adalah memahami jenis pertanyaan yang sering muncul, menyusun jawaban dengan struktur jelas, dan tetap percaya diri waktu ngomong di depan penguji. Pengen lebih siap menghadapi tes IELTS Speaking? Ikutan aja IELTS Preparation Class di ICAN English dari sekarang! Di kelas ini, kamu bakal belajar strategi jitu, latihan soal asli, dan tips biar ngomong bahasa Inggris kamu bisa lebih natural. Yuk, mulai belajar bareng ICAN English biar hasil IELTS-mu makin maksimal!

Form Konsultasi

Lengkapi Formulir berikut untuk memulai Konsultasi Gratis dengan tim ICAN English.

Form Konsultasi - Artikel