Pernah merasa bingung mau mulai ngomong bahasa Inggris dari mana? Nah, kunci utamanya ada pada pemahaman struktur kalimat, terutama verbal sentence. Sesuai namanya, kalimat ini mengandalkan kata kerja (verb) sebagai “bintang utama” atau predikatnya. Berbeda dengan kalimat yang cuma mendeskripsikan sifat (kalimat nominal), verbal sentence jauh lebih hidup karena menunjukkan sebuah aksi atau tindakan nyata dari si subjek.
Serunya lagi, verbal sentence itu sangat fleksibel karena dia mengikuti “jam main” alias tenses. Kamu cukup mengubah bentuk kata kerjanya saja untuk memberitahu lawan bicara apakah kejadiannya sedang berlangsung sekarang, rutin dilakukan setiap hari, atau malah sudah lewat di masa lalu. Struktur simpel seperti Subjek + Kata Kerja ini sebenarnya adalah fondasi paling kuat buat kamu yang pengen terlihat lebih profesional saat menulis email atau sekadar makin percaya diri saat chattingan sama teman luar negeri. Sekali kamu kuasai polanya, dijamin gagasan yang ada di kepalamu bakal tersampaikan dengan jauh lebih asik dan dinamis!
Topik Pembahasan
Apa Arti dari Verbal Sentence?

Verbal sentence atau kalimat verbal merupakan jenis kalimat yang menempatkan kata kerja (verb) sebagai inti atau predikat utamanya. Fungsi utama dari kalimat ini adalah untuk menyatakan suatu aksi, peristiwa, atau perbuatan yang dilakukan oleh subjek.
Berbeda dengan kalimat nominal yang memerlukan bantuan To Be (seperti am, is, are), kalimat verbal jauh lebih sederhana karena kata kerja langsung diletakkan setelah subjek. Kamu tidak perlu pusing dengan istilah tambahan seperti To Be atau singkatan ANA (Adjective, Noun, Adverb) yang biasa ditemukan pada kalimat nominal.
Fungsi dari Verbal Sentence
Fungsi utama dari verbal sentence adalah untuk memberikan “nyawa” atau dinamika pada sebuah kalimat dengan menjelaskan apa yang sedang dilakukan oleh subjek. Secara lebih mendalam, berikut adalah beberapa fungsi utama dari verbal sentence:
Menyatakan Aksi atau Tindakan Fisik
Secara mendasar, kegunaan utama dari jenis kata ini adalah untuk menggambarkan berbagai tindakan yang dapat diamati secara langsung oleh mata. Tanpa adanya penggunaan kalimat verbal, seseorang akan mengalami hambatan besar saat ingin memaparkan urutan aktivitas atau rutinitas yang mereka lakukan sepanjang hari. Kata kerja menjadi jembatan informasi agar lawan bicara memahami apa yang sedang terjadi.
Sebagai gambaran nyata, perhatikan kalimat “Rina runs every morning.” (Rina berlari setiap pagi.) Di sini, kata kerja memberikan visualisasi yang jelas mengenai hobi atau kebiasaan tokoh tersebut. Tanpa kata “berlari,” pesan mengenai kegiatan fisik yang dilakukan Rina tidak akan tersampaikan dengan utuh. Oleh karena itu, kalimat verbal merupakan fondasi penting dalam komunikasi untuk menceritakan dinamika kehidupan kita.
Menjelaskan Proses Mental atau Pikiran
Sangat penting untuk dipahami bahwa fungsi kalimat verbal tidak hanya terbatas pada aksi yang terlihat . tetapi lebih dari itu, konstruksi bahasa ini memiliki peran krusial dalam membedah apa yang tersimpan di balik pikiran dan perasaan seseorang. Tanpa elemen verbal ini, kita akan kesulitan untuk mengomunikasikan fenomena internal seperti opini, keyakinan, maupun kondisi emosional yang tidak selalu nampak melalui gerakan fisik.
Sebagai ilustrasi, pernyataan “I believe your story” (Aku percaya ceritamu) menunjukkan bagaimana sebuah kata kerja mampu merepresentasikan aktivitas mental yang mendalam. Kata “percaya” di sana tidak melibatkan aktivitas fisik seperti berlari atau melompat, melainkan sebuah bentuk penerimaan dan keyakinan dari dalam batin. Hal ini membuktikan bahwa kalimat verbal adalah alat komunikasi yang sangat fleksibel.
Menyampaikan Peristiwa atau Kejadian
Selain digunakan untuk aktivitas manusia, kalimat verbal memiliki fungsi penting dalam menggambarkan berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar kamu. Melalui penggunaan kata kerja tertentu, kita dapat mendeskripsikan dinamika lingkungan yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia secara langsung. Hal ini memungkinkan kamu untuk memberikan informasi krusial mengenai perubahan cuaca, kondisi geografis, hingga situasi lingkungan yang kamu saksikan kepada orang lain secara akurat.
Sebagai contoh, kalimat “The rain fell heavily last night” (Hujan turun dengan deras semalam) secara efektif menggambarkan sebuah fenomena meteorologi yang terjadi pada waktu lampau. Kata kerja dalam kalimat tersebut berfungsi sebagai penjelas mengenai intensitas dan jenis kejadian alam yang berlangsung. Tanpa struktur kalimat seperti ini, penyampaian informasi mengenai situasi alam di sekitar kita akan terasa sangat terbatas dan sulit dipahami secara detail oleh orang yang mendengarnya.
Menunjukkan Kepemilikan (Dalam konteks tertentu)
Fungsi lain yang tidak kalah penting dari kalimat verbal adalah kemampuannya untuk menyatakan hubungan kepemilikan atau hak atas suatu objek. Hal ini memungkinkan kamu untuk mengidentifikasi siapa pemilik dari suatu hal secara definitif dalam sebuah percakapan atau tulisan.
Sebagai contoh konkret, kalimat “They own a big house.” (Mereka memiliki rumah besar). menggunakan kata kerja untuk menegaskan hak milik subjek terhadap sebuah properti. Penggunaan kata “memiliki” memberikan informasi status hukum atau penguasaan terhadap objek tersebut tanpa perlu ada aktivitas fisik yang sedang dilakukan saat itu juga. Dengan demikian, kalimat verbal menjadi sarana yang sangat efektif untuk menyampaikan struktur kepemilikan dalam interaksi sosial kita sehari-hari.

Baca Juga:
Perbedaan Kalimat Verbal dan Nominal
Mengenal Sebab Akibat dalam Bahasa Inggris
Contoh Penggunaan Kalimat Verbal Sentence dalam Bahasa Inggris
Untuk memahami bagaimana verbal sentence bekerja, Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kalimat verbal :
Contoh Kalimat Positif
Berikut adalah berbagai contoh kalimat positif verbal sentence yang sering digunakan dalam berbagai situasi sehari-hari, mulai dari lingkungan pendidikan hingga profesional:
- “I bring my dictionary to the library today.” (Saya membawa kamus saya ke perpustakaan hari ini.)
- “Budi helps me with this difficult math homework.” (Budi membantuku mengerjakan PR matematika yang sulit ini.)
- “The lecturer explains the material very clearly.” (Dosen itu menjelaskan materinya dengan sangat jelas.)
- “We discuss the new project during the lunch break.” (Kami mendiskusikan proyek baru itu saat jam istirahat makan siang.)
- “The bus stops right in front of the museum.” (Busnya berhenti tepat di depan museum.)
Contoh Kalimat Negative
Pemilihan antara penggunaan “do” atau “does” sangat bergantung pada subjek yang melakukan tindakan dalam kalimat tersebut. Aturan tata bahasa menetapkan bahwa subjek orang ketiga tunggal akan berpasangan dengan “does”, sementara subjek lainnya menggunakan “do” untuk membentuk pernyataan negatif yang tepat. Sebagai ilustrasi untuk memahami pola ini secara lebih mendalam, berikut adalah beberapa contoh penerapan kalimat verbal dalam format negatif:
- “I do not bring my textbook today.” (Saya tidak membawa buku paket saya hari ini.)
- “Rian does not understand the chemistry lesson.” (Rian tidak mengerti pelajaran kimia tersebut.)
- “The professor does not allow late submissions.” (Profesor tidak mengizinkan pengumpulan tugas yang terlambat.)
- “We do not have a class this afternoon.” (Kami tidak ada kelas siang ini.)
- “My teammate does not join the meeting because he is sick.” (Rekan tim saya tidak ikut rapat karena dia sakit.)
- The manager does not sign the contract yet.” (Manajer belum menandatangani kontrak tersebut.)
- “I do not speak French very well.” (Saya tidak berbicara bahasa Prancis dengan sangat lancar.)
Contoh Kalimat Interogatif
Penggunaan kata kerja bantu seperti do atau does memberikan kemudahan dalam menjaga struktur kata kerja utama dan kata benda agar tetap pada bentuk asalnya. Ketika auxiliary verb ini muncul terutama dalam kalimat tanya atau negatif kata kerja utama tidak perlu lagi mengalami perubahan akhiran (seperti penambahan -s atau -es), berikut ini adalah contohnya :
- Do you bring an extra pen? (Apakah kamu membawa pulpen cadangan?)
- Does Budi join the study club tonight? (Apakah Budi ikut kelompok belajar malam ini?)
- Does the teacher give us a quiz today? (Apakah guru memberi kita kuis hari ini?)
- Do we need to print this assignment? (Apakah kita perlu mencetak tugas ini?)
- Do you have the file for the presentation? (Apakah kamu punya file untuk presentasinya?)
- Does the manager know about the schedule change? (Apakah manajer tahu tentang perubahan jadwalnya?)
- Do you know where the nearest pharmacy is? (Apakah Anda tahu di mana apotek terdekat?)
Contoh Kalimat Perintah
Selain untuk menyatakan pernyataan atau pertanyaan, kalimat verbal memegang peranan penting dalam menyampaikan perintah kepada orang lain. Dalam konteks ini, kata kerja digunakan sebagai elemen pembuka untuk menggerakkan seseorang melakukan tindakan tertentu terhadap suatu objek atau kata benda. berikut ini adalah beberapa contohnya :
- “Open your book to page 45!” (Buka bukumu halaman 45!)
- “Lend me your eraser, please.” (Pinjamkan aku penghapusmu, ya.)
- “Submit your paper before Friday.” (Kumpulkan makalahmu sebelum hari Jumat.)
- “Keep silent in this area.” (Tetaplah tenang di area ini.)
- “Finish this report by 5 PM.” (Selesaikan laporan ini sebelum jam 5 sore.)
- “Check your email for the meeting link.” (Cek emailmu untuk tautan rapatnya.)
- “Turn left at the next intersection.” (Belok kiri di persimpangan berikutnya.)
Memahami verbal sentence adalah langkah tercepat untuk membuat percakapan bahasa Inggris kamu terasa lebih “hidup” dan tidak kaku karena kamu bisa menceritakan aksi nyata, isi pikiran, hingga fenomena alam dengan lebih fleksibel tanpa perlu ribet menggunakan To Be. Keunggulannya yang mampu berubah mengikuti waktu (tenses) membuat komunikasi kamu terasa lebih dinamis, profesional, dan mengalir secara alami dalam berbagai situasi sehari-hari.
Nah, agar kamu semakin mahir mempraktikkan struktur ini dalam percakapan yang sesungguhnya, yuk bergabung bersama ICAN English! Di sini, kamu akan dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman untuk menguasai tata bahasa dengan cara yang seru dan aplikatif, sehingga impianmu untuk fasih berbahasa Inggris bisa segera terwujud jadi, tunggu apa lagi? Segera daftarkan dirimu dan jadilah bagian dari komunitas belajar yang suportif di ICAN English!





