Kamu pasti pernah melihat tanda bertuliskan “No Smoking” atau mendengar seseorang berkata “Don’t touch that!”? Dalam bahasa Inggris, ungkapan-ungkapan tersebut dikenal sebagai Expression of Prohibition. Sederhananya, ini adalah cara kamu untuk menyampaikan larangan atau memberi tahu orang lain bahwa suatu tindakan tidak diperbolehkan. Fungsi utamanya sangat penting dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan norma sosial, sehingga pesan yang disampaikan harus jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berisiko.
Meskipun tujuannya sama-sama melarang, penyampaian expression of prohibition bisa bervariasi tergantung pada situasi dan lawan bicara. Kita bisa menggunakan kata yang tegas seperti “Must not” untuk aturan formal yang kaku, atau kata “Don’t” untuk larangan santai sehari-hari. Memahami cara menggunakan ungkapan larangan ini dengan tepat akan membantu kamu berkomunikasi secara lebih efektif dan sopan, memastikan bahwa batasan yang kamu berikan dapat diterima dengan baik oleh orang lain tanpa terkesan terlalu kasar.
Topik Pembahasan
Rumus Pembentukan Kalimat Prohibition dan Contohnya
Berikut adalah panduan rumus pembentukan kalimat larangan (Expression of Prohibition) yang dibagi berdasarkan tingkat ketegasan dan konteks penggunaannya
Rumus “Don’t” + Verb 1 (Larangan Umum)
Bentuk perintah larangan yang paling dasar dan sering kamu temui dalam percakapan sehari-hari adalah dengan menggunakan rumus Don’t + Verb 1. Pola ini bersifat langsung, santai, dan sangat efektif untuk memberikan instruksi singkat atau peringatan spontan kepada orang lain. Karena menggunakan kata kerja dasar (Verb 1) tanpa tambahan imbuhan apa pun, strukturnya menjadi sangat sederhana untuk diingat.
Contoh Kalimatnya :
- “Don’t cheat during the exam!” (Jangan menyontek saat ujian!)
- “Don’t eat my lunch in the fridge.” (Jangan makan makan siangku di dalam kulkas.)
- “Don’t be late for the meeting.” (Jangan terlambat datang ke rapat.)
Rumus “Must Not” (Larangan Tegas/Aturan)
Berbeda dengan bentuk santai, rumus Subject + Must + Not + Verb 1 digunakan untuk menyatakan larangan yang bersifat formal, mengikat secara hukum, atau merupakan aturan yang sangat penting. Penggunaan kata kerja bantu must not (atau disingkat mustn’t) memberikan penekanan bahwa tindakan tersebut benar-benar dilarang dan bisa memiliki konsekuensi serius jika dilanggar. Struktur ini sering ditemukan dalam dokumen resmi, papan peringatan di area publik, serta instruksi keselamatan kerja guna memastikan kepatuhan.
Contoh kalimatnya :
- “Employees must not use their phones during meetings.” (Karyawan tidak boleh menggunakan ponsel selama rapat.)
- “Students must not enter the laboratory without a teacher.” (Siswa tidak boleh masuk laboratorium tanpa guru.)
- “You must not park your car in front of the gate.” (Anda dilarang memarkir mobil di depan gerbang.)
Rumus “No” + Verb-ing (Larangan pada Tanda/Rambu)
Bentuk larangan menggunakan rumus No + Verb-ing adalah metode komunikasi yang paling ringkas dan sering kamu jumpai di ruang publik. Karena sifatnya yang sangat singkat dan langsung pada inti tanpa memerlukan subjek, pola ini sangat ideal untuk diaplikasikan pada papan peringatan, stiker, atau rambu lalu lintas agar mudah terbaca dalam sekejap. Penggunaan akhiran -ing pada kata kerja setelah kata “no” mengubah tindakan tersebut menjadi sebuah konsep aktivitas yang dilarang secara umum di area tersebut.
Contoh kalimatnya :
- “No smoking in this area.” (Dilarang merokok di area ini.)
- “No littering.” (Dilarang membuang sampah sembarangan.)
- “No talking in the library.” (Dilarang berbicara di perpustakaan.)
Rumus “Are Not Allowed/Permitted” (Larangan Formal)
Bentuk larangan menggunakan rumus Subject + Are/Is + Not + Allowed/Permitted + to + Verb 1 merupakan cara penyampaian yang memberikan kesan sopan, elegan, namun tetap memiliki ketegasan yang jelas. Struktur ini umumnya digunakan dalam lingkungan profesional, korespondensi resmi, atau pemberitahuan tertulis di tempat-tempat yang mengutamakan etika dan tata krama tingkat tinggi. Penggunaan kata kerja pasif seperti allowed atau permitted menggeser fokus dari perintah langsung ke arah kebijakan atau aturan yang berlaku, sehingga terdengar lebih halus dibandingkan kata “must not”.
Contoh kalimatnya :
- “Visitors are not allowed to enter the staff room.” (Pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke ruang staf.)
- “You are not permitted to use calculators in this math test.” (Anda tidak diizinkan menggunakan kalkulator dalam tes matematika ini.)
- “Children are not allowed to play here after 9 PM.” (Anak-anak tidak diperbolehkan bermain di sini setelah jam 9 malam.)

Baca Juga: 10 Cara Efektif Membuat Kalimat Bahasa Inggris yang Terstruktur dan Menarik
Penggunaan Kalimat Willingness dalam Bahasa Inggris Lengkap dengan Contohnya
Modals dan Frasa yang Sering Digunakan dalam Kalimat Prohibition
Dalam bahasa Inggris, tingkat ketegasan sebuah larangan sangat bergantung pada kata kerja bantu (modals) atau frasa yang kamu pilih. Menggunakan kata yang salah bisa membuat kamu terdengar terlalu kasar atau justru terlalu lemah saat menetapkan batasan. Berikut adalah daftar modals dan frasa yang paling sering digunakan untuk membentuk kalimat larangan:
Must Not (Mustn’t)
Ini adalah tingkatan larangan yang paling kuat dan formal. Must not digunakan ketika ada aturan tertulis, hukum, atau konsekuensi serius jika dilanggar.
Contoh kalimatnya :
- “Employees must not share confidential company data with third parties.” (Pelanggaran rahasia dagang dapat mengakibatkan pemecatan atau tuntutan hukum.)
- “Students must not cheat during the final examination”. (Menyontek adalah pelanggaran akademik berat dengan risiko pembatalan nilai.)
- “Staff must not share their computer passwords with anyone.” (Karyawan tidak boleh membagikan kata sandi komputer mereka kepada siapa pun guna menjaga keamanan data perusahaan.)
- “Passengers must not open the emergency exit door without instructions.” (Penumpang dilarang membuka pintu keluar darurat tanpa instruksi karena dapat membahayakan keselamatan seluruh penerbangan.)
- “You must not enter this area without a special permit.” (Area terbatas biasanya memiliki risiko bahaya tinggi atau keamanan negara.)
Cannot (Can’t)
Meskipun sering diartikan “tidak bisa”, dalam konteks prohibition, can’t berarti “tidak boleh” karena ada aturan atau keterbatasan tertentu. Ini lebih biasa dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Contoh kalimat :
- “You can’t sit here; this seat is reserved.” (Anda tidak bisa duduk di sini; kursi ini sudah dipesan.)
- “You can’t take photos inside the museum.” (Anda tidak boleh mengambil foto di dalam museum.)
- “We can’t bring pets into the restaurant.” (Kita tidak boleh membawa hewan peliharaan ke dalam restoran.)
- “We can’t wear jeans on Mondays.” (Kita tidak boleh memakai jins setiap hari Senin.)
May Not
Frasa ini sangat formal dan biasanya digunakan oleh pihak otoritas (seperti guru, atasan, atau dalam dokumen resmi) untuk melarang sesuatu dengan cara yang sangat sopan namun tetap tegas..
Contoh kalimatnya :
- “Students may not use calculators during the mathematics quiz.” (Siswa tidak diperkenankan menggunakan kalkulator selama kuis matematika.)
- “The tenant may not sublet the property without the landlord’s written consent.” (Penyewa tidak diperbolehkan menyewakan kembali properti tanpa izin tertulis dari pemilik.
- “Guests may not enter the ballroom before the opening ceremony begins.” (Tamu tidak diperkenankan memasuki ruang dansa sebelum upacara pembukaan dimulai.)
- “Staff may not use office resources for personal projects.” (Staf tidak diperbolehkan menggunakan sumber daya kantor untuk proyek pribadi.)
Be Not Allowed To / Be Not Permitted To
Ini adalah bentuk frasa pasif yang sering ditemukan dalam pemberitahuan tertulis. Frasa ini menekankan bahwa larangan tersebut berasal dari pihak lain atau aturan yang sudah ada sebelumnya.
Contoh Kalimatnya :
- “Visitors are not allowed to feed the animals in the zoo.” (Aturan ini berlaku untuk semua orang dan sudah ditetapkan oleh pihak pengelola kebun binatang.)
- “Photography is not permitted inside the courtroom.” (Sangat resmi, biasanya berkaitan dengan prosedur hukum atau protokol keamanan yang ketat.)
Prohibited / Forbidden / Banned
Ketiga kata sifat ini adalah tingkatan larangan tertinggi. Biasanya muncul dalam teks formal atau papan peringatan di area publik.
Contoh kalimatnya :
- “Smoking is strictly prohibited in this building.” (Biasanya terdapat di papan peringatan yang resmi.)
- “Entry to the sacred chamber is forbidden to outsiders.” (Menekankan pada sesuatu yang tidak boleh dilanggar karena alasan tradisi, kesucian, atau keamanan tingkat tinggi.)
- “The athlete was banned from the competition for using illegal substances.” (Biasanya berupa keputusan resmi dari sebuah organisasi atau negara terhadap objek atau individu.)
Kesimpulannya, menguasai berbagai ekspresi larangan (prohibition) memungkinkan kamu untuk menetapkan batasan dengan tepat sesuai situasi, baik melalui kata yang santai seperti “don’t” maupun ungkapan formal seperti “strictly prohibited.”
Ketepatan dalam memilih modals bukan hanya soal tata bahasa, melainkan juga tentang menunjukkan etika dan profesionalisme dalam berkomunikasi. Untuk mengasah kemampuan ini agar terdengar lebih natural, ICAN Learning Centre (ILC) hadir sebagai solusi belajar yang efektif dengan metode yang praktis dan interaktif. Di ILC, kamu akan dibimbing untuk memahami bahasa Inggris secara mendalam, sehingga kamu tidak hanya sekedar menghafal rumus, tetapi juga berani berkomunikasi dengan percaya diri dalam berbagai konteks global.





