grammar yang sering keluar di toefl

7 Materi Grammar yang Sering Muncul di TOEFL, Mulai Pelajari Sekarang!

Dalam dunia akademik dan karir internasional, TOEFL (Test of English as a Foreign Language) telah lama mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sertifikasi kecakapan bahasa Inggris yang paling bergengsi dan diakui secara global. Lebih dari sekadar tes formalitas, skor TOEFL seringkali menjadi kunci utama yang membuka pintu gerbang menuju universitas ternama di luar negeri hingga peluang kerja di perusahaan multinasional. Keberhasilan dalam tes ini bukan hanya ditentukan oleh seberapa lancar kamu dalam berbicara, melainkan oleh pemahaman mendalam kamu terhadap struktur bahasa yang digunakan dalam konteks akademik yang kompleks dan formal.

Untuk meraih skor yang kompetitif, terdapat beberapa materi penting yang wajib dikuasai secara matang, mulai dari identifikasi main verb yang akurat, pemahaman klausa, hingga penguasaan strategi reading dan listening yang efektif. Menghadapi TOEFL membutuhkan kesiapan mental dan teknis karena setiap bagian tes dirancang untuk menguji ketelitian serta logika berpikir kamu dalam bahasa Inggris. Melalui artikel ini, ‘kamu akan mengeksplorasi poin-poin penting yang sering menjadi tantangan bagi para peserta, agar kamu dapat menyusun strategi belajar yang lebih tepat sasaran dan penuh percaya diri saat hari ujian tiba.

Inilah Macam-Macam Grammar Yang Sering Keluar Di TOEFL

Menguasai tes TOEFL bukan tentang menghafal seluruh kamus bahasa Inggris, melainkan tentang memahami pola-pola tata bahasa tertentu yang secara konsisten diujikan. Para penulis soal TOEFL memiliki “pola favorit” untuk menguji ketelitian kamu, terutama pada bagian Structure and Written Expression. Berikut adalah macam-macam grammar yang menjadi “langganan” keluar dalam soal TOEFL:

1. Main Verb

Aspek gramatikal pertama yang penting dalam ujian TOEFL adalah main verb atau kata kerja utama, yang menjadi elemen mendasar karena sebuah rangkaian kata tidak dapat dikategorikan sebagai kalimat utuh tanpa kehadirannya. Mengingat peran pentingnya sebagai inti dari setiap struktur kalimat bahasa Inggris, pemahaman mendalam mengenai kata kerja utama menjadi prasyarat mutlak sebelum menghadapi tes agar kamu dapat menentukan kelengkapan dengan akurat.

Mempelajari main verb bukan hanya sekadar memahami tindakan dalam kalimat, melainkan memastikan bahwa kamu memiliki fondasi yang kuat untuk menjawab soal-soal struktur yang sering kali mengecoh peserta ujian.

2. Past Costume

Poin tata bahasa berikutnya yang menjadi langganan dalam soal TOEFL adalah past custom atau kebiasaan masa lalu, yang digunakan untuk mendeskripsikan aktivitas rutin yang pernah dilakukan subjek namun kini sudah tidak berlaku lagi. Struktur ini umumnya ditandai dengan penggunaan frasa “used to” yang diikuti oleh kata kerja bentuk pertama (infinitive), yang secara otomatis memberikan kontras antara perilaku di masa lampau dengan kondisi saat ini.

Menguasai konsep ini sangat penting bagi kamu untuk membedakan antara tindakan tunggal di masa lalu dengan pola kebiasaan yang telah berakhir, sehingga memudahkan dalam memahami konteks kronologis dalam soal-soal struktur maupun pemahaman bacaan.

3. Gerund

Elemen tata bahasa berikutnya yang sering muncul dalam tes TOEFL adalah gerund, yaitu sebuah kata kerja yang berfungsi sebagai kata benda dan sering kali muncul setelah kata kerja tertentu lainnya. Secara struktural, gerund dibentuk dengan menambahkan akhiran -ing pada kata kerja dasar, seperti pada contoh “We have enjoyed having dinner with our friends,” di mana kata having menjadi objek dari kata kerja enjoyed.

Memahami penggunaan gerund sangat penting karena dalam ujian, peserta seringkali harus memilih secara tepat antara menggunakan bentuk -ing atau infinitive (to + verb) setelah kata kerja utama tertentu agar kalimat tetap gramatikal.

4. Conditional sentence

Materi gramatikal selanjutnya yang kerap diujikan dalam TOEFL adalah conditional sentences atau kalimat pengandaian, yang digunakan untuk menyatakan situasi hipotesis, kemungkinan, hingga kondisi yang bertentangan dengan kenyataan. Struktur ini terbagi menjadi empat kategori utama, mulai dari Tipe 0 untuk kebenaran umum, Tipe 1 untuk kemungkinan nyata di masa depan, Tipe 2 untuk situasi tidak nyata di masa sekarang, hingga Tipe 3 untuk penyesalan atau pengandaian atas kejadian di masa lalu.

Dalam ujian TOEFL, penguasaan atas kesesuaian pasangan tenses pada if-clause dan main clause di setiap tipenya menjadi kunci utama untuk menghindari kesalahan dalam menjawab soal-soal struktur yang kompleks.

TOEFL

5. Infinitive verb

Topik gramatikal lain yang menjadi langganan dalam soal TOEFL adalah infinitive verb, yaitu bentuk kata kerja dasar yang diawali dengan partikel “to” (to + verb). Struktur ini biasanya berfungsi untuk melengkapi makna setelah kata kerja utama tertentu, seperti pada contoh “I want to tell you,” di mana to tell bertindak sebagai objek penjelas dari keinginan subjek.

Dalam ujian, tantangan utama bagi kamu  adalah membedakan penggunaan infinitive dengan gerund, karena setiap kata kerja utama memiliki aturan spesifik mengenai bentuk mana yang harus mengikutinya agar kalimat tetap logis dan benar secara gramatikal.

6. Connector

Penguasaan connector atau conjunction (kata penghubung) merupakan elemen penting dalam TOEFL, terutama untuk menyeimbangkan kalimat yang memiliki lebih dari satu klausa. kamu harus mampu membedakan penggunaan coordinators (seperti and, but, or) yang menghubungkan elemen setara, dengan subordinators (seperti because, although, while) yang menghubungkan klausa utama dengan klausa dependen.

Ketepatan dalam memilih kata hubung ini tidak hanya menentukan kelogisan alur ide dalam sebuah kalimat majemuk, tetapi juga menjadi indikator utama kecakapan struktur tata bahasa kamu dalam menghadapi soal-soal Sentence Structure yang kompleks.

7. Appositives

Appositives atau keterangan tambahan adalah elemen tata bahasa yang sering menjadi “jebakan” dalam soal TOEFL, dimana frasa ini berfungsi memberikan detail ekstra mengenai sebuah kata benda dan umumnya diletakkan di antara dua koma.

Tantangan utama bagi kamu adalah kecenderungan untuk salah mengidentifikasi appositive sebagai subjek utama, padahal perannya hanyalah sebagai pelengkap informasi. Sebagai strategi jitu, kamu dapat menguji keutuhan kalimat dengan cara mengabaikan frasa di antara koma tersebut; jika kalimat masih memiliki subjek dan kata kerja yang lengkap serta bermakna logis, maka frasa tersebut dipastikan adalah sebuah appositive.

Baca Juga:
Cara Mengerjakan TOEFL Grammar
Cara Menguasai TOEFL dengan Cepat

Secara keseluruhan, menguasai ketujuh materi tata bahasa di atas mulai dari main verb hingga appositives adalah strategi penting untuk kamu menaklukkan kerumitan bagian struktur pada tes TOEFL. Memahami pola-pola ini bukan sekadar tentang menghafal aturan, melainkan tentang melatih ketelitian logika dalam membedah struktur kalimat akademik yang sering kali mengecoh. Dengan persiapan yang matang dan strategi belajar yang tepat sasaran, tantangan dalam menghadapi berbagai jenis soal tata bahasa dapat diubah menjadi peluang besar untuk meraih skor kompetitif yang kamu impikan.

ICAN Learning Centre hadir sebagai mitra belajar profesional yang siap membimbing kamu dalam menguasai setiap detail materi TOEFL. Melalui kelas persiapan TOEFL dan kurikulum yang terfokus, kami akan membantu kamu dalam membedah “jebakan” tata bahasa dan memberikan teknik pengerjaan soal yang cepat serta akurat. Bergabunglah dengan ILC sekarang untuk mendapatkan simulasi tes yang nyata dan tips jitu yang telah terbukti membantu banyak peserta mencapai skor maksimal. Bersama kami, langkah kamu untuk menuju universitas impian atau karir global yang cemerlang akan menjadi jauh lebih nyata dan terarah!

Form Konsultasi

Lengkapi Formulir berikut untuk memulai Konsultasi Gratis dengan tim ICAN English.

Form Konsultasi - Artikel