Perbedaan Active Voice Dan Passive Voice

Perbedaan Active dan Passive Voice dalam Bahasa Inggris 

Pernahkah kamu merasa bingung ketika ingin mengatakan “Saya memakan apel” dan “Apel dimakan oleh saya” dalam bahasa Inggris? Fenomena ini sangat sering terjadi di kalangan siswa, di mana struktur active voice dan passive voice seringkali tertukar atau dianggap sebagai rumus yang membingungkan. Padahal, memahami perbedaan keduanya bukan hanya soal membalikkan posisi subjek dan objek, melainkan tentang bagaimana kamu dapat memberikan penekanan pada pelaku atau justru pada tindakan yang terjadi agar pesan tersampaikan dengan lebih tepat.

Ketidaktahuan dalam membedakan kedua struktur ini sering kali membuat kalimat terasa kaku atau bahkan kehilangan maknanya dalam percakapan sehari-hari. Active voice memberikan kesan yang langsung dan kuat, sementara passive voice sangat berguna ketika kamu ingin terdengar lebih formal atau saat identitas pelaku tidak begitu penting untuk ditonjolkan. Dengan mengenali ciri khas masing-masing, kamu akan jauh lebih luwes dalam menyusun kalimat dan tidak lagi terjebak dalam keraguan tata bahasa yang melelahkan.

Apa Itu Active Voice?

Secara sederhana, Active Voice adalah bentuk kalimat dimana subjek bertindak sebagai pelaku utama yang melakukan suatu aksi secara langsung terhadap objeknya. Dalam struktur ini, fokus utama diberikan kepada “siapa” yang melakukan tindakan tersebut, sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih lugas, kuat, dan dinamis. Dalam bahasa Indonesia, active voice identik dengan kata kerja yang memiliki awalan “me-” atau “ber-“, seperti membaca, menulis, atau bekerja, yang menunjukkan aktivitas nyata dari sang pelaku.

Ciri khas yang paling menonjol dari active voice adalah penggunaan pola kalimat Subject + Verb + Object. Struktur ini lebih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun penulisan profesional karena sifatnya yang efisien dan tidak bertele-tele. Dengan menggunakan kalimat aktif, alur informasi menjadi lebih jelas karena pembaca atau pendengar dapat langsung mengidentifikasi pelaku aksi di awal kalimat tanpa adanya ketidakjelasan, sehingga komunikasi menjadi jauh lebih efektif dan mudah dipahami.

Apa Itu Passive Voice?

Passive Voice atau kalimat pasif adalah bentuk kalimat dimana subjeknya bukan berperan sebagai pelaku aksi, melainkan sebagai penerima aksi (penderita). Dalam struktur ini, fokus utama beralih dari “siapa yang melakukan” menjadi “siapa atau apa yang dikenai tindakan,” sehingga objek dari kalimat aktif berpindah posisi menjadi subjek di kalimat pasif. Penggunaan passive voice sangat umum ditemukan dalam penulisan formal, laporan ilmiah, atau berita, terutama ketika pelaku tindakan tidak diketahui, tidak penting untuk disebutkan, atau saat kamu ingin memberikan penekanan lebih pada hasil dari suatu kejadian.

Ciri-ciri yang paling mendasar dari passive voice dalam bahasa Inggris adalah penggunaan kombinasi antara auxiliary verb “to be” (seperti is, am, are, was, were) yang diikuti oleh kata kerja bentuk ketiga atau Past Participle (V3). Selain itu, kalimat pasif sering kali menyertakan frasa “by” (oleh) untuk menyebutkan pelaku aksi di akhir kalimat, meskipun bagian ini bersifat opsional dan bisa dihilangkan tanpa merusak struktur. Dalam bahasa Indonesia, ciri ini sangat mudah dikenali melalui kata kerja yang biasanya berawalan “di-” atau “ter-“, seperti dipukul, ditulis, atau terbawa, yang menandakan bahwa subjek tersebut sedang menerima suatu perbuatan.

Contoh Perbedaan Kalimat Active Voice dan Passive Voice

Berikut adalah tabel perbandingan yang menunjukkan perbedaan antara Active Voice dan Passive Voice. Dalam tabel ini, setiap pasang kalimat menggunakan konteks yang sama agar kamu dapat melihat jelas bagaimana posisi subjek dan objek bertukar tempat, serta perubahan bentuk kata kerjanya.

Active Voice (Subjek Melakukan Aksi)Passive Voice (Subjek Menerima Aksi)
He found a lost puppy in the garden.A lost puppy was found by him in the garden.
She cleans the office every morning.The office is cleaned by her every morning.
The chef prepares a delicious meal.A delicious meal is prepared by the chef.
Budi wrote an amazing essay at ILC.An amazing essay was written by Budi at ILC.
They will finish the project tomorrow.The project will be finished by them tomorrow.
The company hired a new manager.A new manager was hired by the company.
She is drinking a glass of water.A glass of water is being drunk by he
The student answered all the questions correctly.All the questions were answered correctly by the student.
She brings a dictionary to the English class.A dictionary is brought by her to the English class.
He opened the door for the guests.The door was opened by him for the guests.

Aturan Merubah Active Voice Ke Passive Voice

Mengubah kalimat dari aktif (Active Voice) menjadi pasif (Passive Voice) tidak hanya sekedar menukar posisi kata, tetapi juga menyesuaikan bentuk kata kerjanya. Agar tidak tertukar, berikut adalah aturan mendasar yang perlu kamu perhatikan:

Pertukaran Posisi Subjek dan Objek

Dalam proses pembentukan kalimat pasif, langkah mendasar yang harus dilakukan adalah melakukan pertukaran posisi antara subjek dan objek dari struktur kalimat aslinya. Objek yang semula berada di akhir kalimat aktif harus dipindahkan ke posisi depan untuk menjadi subjek baru dalam kalimat pasif, sementara subjek asli yang melakukan aksi dipindahkan ke bagian akhir kalimat. 

Perlu diingat bahwa subjek asli tersebut kini berfungsi sebagai agen dan biasanya diawali dengan kata depan “by” (oleh) untuk menunjukkan siapa pelaku tindakannya, sehingga fokus pembicaraan bergeser dari “siapa yang melakukan” menjadi “apa yang dikenai tindakan”.

Gunakan Formula “To Be + Verb 3”

Perubahan yang paling penting dalam menyusun kalimat pasif terletak pada perubahan kata kerja utamanya, di mana kamu wajib mengubahnya ke dalam bentuk ketiga (Verb 3 atau Past Participle). Namun, perubahan ini tidak berdiri sendiri karena sebelumnya kamu harus menyisipkan To Be (is, am, are, was, were, been, atau being) yang berfungsi sebagai penanda waktu sekaligus penyesuain terhadap jumlah subjek baru dalam kalimat tersebut. 

Penerapan rumus “To Be + Verb 3” ini adalah aturan baku yang memastikan kalimat tetap logis jika To Be yang digunakan tidak sesuai dengan tenses atau subjeknya, maka makna kalimat bisa menjadi rancu atau bahkan salah sepenuhnya.

Menyesuaikan Kata Ganti Orang (Pronouns)

Saat subjek berpindah posisi menjadi objek di belakang kata “by” dalam kalimat pasif, Kamu harus melakukan penyesuaian bentuk kata ganti orang (pronouns) agar kalimat tetap fungsional. 

Perubahan ini sangat penting karena kata ganti subjek tidak bisa digunakan secara langsung di posisi objek; sebagai contoh, jika subjek aslinya adalah “He” (dia laki-laki), maka saat berpindah ke posisi belakang ia wajib berubah menjadi “him”. Aturan yang sama berlaku secara konsisten untuk kata ganti lainnya, seperti “She” yang berubah menjadi “her”, “They” menjadi “them”, serta “I” menjadi “me”, sehingga keselarasan antara fungsi kata dan bentuknya tetap terjaga dalam struktur kalimat pasif yang kamu susun.

Memperhatikan Kesesuaian Waktu

Dalam menyusun kalimat pasif, menjaga kesesuaian waktu atau Tenses Alignment adalah prinsip penting yang tidak boleh diabaikan agar informasi tetap akurat. Kalimat pasif harus selalu berada dalam dimensi waktu yang sama dengan kalimat aktif aslinya untuk memastikan bahwa makna serta konteks pesan tidak bergeser.

Sebagai contoh, jika kalimat aktif menggunakan Simple Past untuk menunjukkan kejadian di masa lalu, maka penggunaan To Be pada kalimat pasif pun wajib menyesuaikan ke dalam bentuk lampau, yaitu was atau were. Aturan ini berfungsi sebagai jangkar logika dalam bahasa Inggris, tanpa keselarasan tenses, urutan peristiwa yang kamu sampaikan bisa menjadi membingungkan bagi lawan bicara.

Baca Juga:
Pembahasan Lengkap tentang Apa Itu Active Voice

Memahami perbedaan antara active voice dan passive voice bukan sekadar menghafal rumus tata bahasa, melainkan kunci untuk berkomunikasi secara akurat dan profesional dalam bahasa Inggris. Dengan menguasai perubahan posisi subjek, penggunaan formula To Be + Verb 3, serta penyesuaian pronouns, kamu dapat menyampaikan pesan dengan penekanan yang tepat dan konteks waktu yang jelas.

Kemampuan ini sangat penting dalam dunia akademik maupun karier internasional agar ucapan bahasa inggris kamu terdengar lebih luwes dan natural. Oleh karena itu, ICAN Learning Centre (ILC) hadir sebagai partner belajar yang tepat untuk membantu kamu dalam menguasai struktur bahasa Inggris ini melalui metode yang interaktif dan aplikatif. Di ILC, kamu akan dibimbing oleh tutor ahli yang memastikan perubahan kamu dalam menggunakan kalimat aktif dan pasif tidak lagi membingungkan, sehingga kamu dapat lebih percaya diri saat menempuh tes bahasa Inggris atau berkonsultasi mengenai rencana studi ke luar negeri.

Form Konsultasi

Lengkapi Formulir berikut untuk memulai Konsultasi Gratis dengan tim ICAN English.

Form Konsultasi - Artikel