Dalam tata bahasa Inggris, kata kerja “To Be” adalah salah satu elemen paling mendasar namun seringkali membingungkan karena bentuknya yang berubah-ubah. Be, Being, dan Been sebenarnya berasal dari akar kata yang sama, namun mereka menjalankan peran yang berbeda tergantung pada waktu kejadian (tenses) yang digunakan. Secara sederhana, ketiganya berfungsi untuk menunjukkan keberadaan, identitas, atau kondisi seseorang maupun sesuatu dalam sebuah kalimat.
Memahami perbedaan ketiganya ibarat mempelajari fase waktu dalam sebuah cerita. Be biasanya digunakan untuk masa depan atau perintah, Being digunakan untuk proses yang sedang berlangsung saat ini, sedangkan Been digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang sudah dimulai di masa lalu dan masih berpengaruh hingga sekarang. Dengan menguasai kapan harus menggunakan masing-masing bentuk ini, kalimat bahasa Inggrismu akan terdengar jauh lebih alami dan tepat secara struktur.
Topik Pembahasan
Penggunaan Be
Dalam tata bahasa Inggris, Be (atau sering disebut To Be) adalah kata kerja yang paling dasar namun paling penting. Fungsi utamanya bukanlah untuk menunjukkan suatu tindakan (seperti lari atau makan), melainkan untuk menghubungkan subjek dengan informasi tambahan mengenai subjek tersebut, seperti identitas, sifat, status, atau keberadaan.
Penggunaan be harus selalu disesuaikan dengan Subjek (orang/benda yang dibicarakan) dan Tense (waktu kejadian). Dalam bentuk Present Tense (masa sekarang), be berubah menjadi am, is, dan are. Sedangkan dalam Past Tense (masa lampau), be berubah menjadi was dan were.
| Fungsi | Rumus Dasar | Contoh Kalimat |
| Present (Masa kini) | S + am/is/are + Complement | I am a student. (Saya adalah seorang siswa.) |
| Kalimat Saat ini | S + am/is/are + Complement | They are very kind. (Mereka sangat baik.) |
| Kalimat Masa kini | S + am/is/are + Complement | She is at the office. (Dia ada di kantor.) |
| Kalimat Lampau | S + was/were + Complement | We were happy yesterday. (Kami bahagia kemarin.) |
| Kalimat Lampau | S + was/were + Complement | I was sick yesterday (Saya sakit kemarin.) |
| Kalimat Lampau | S + was/were + Complement | We were best friends in high school. (Kami adalah sahabat saat SMA) |
| Kalimat Lampau | S + was/were + Complement | The weather was cold last night. (Cuacanya dingin tadi malam) |
Penggunaan Being
Secara umum, Being adalah bentuk present participle atau gerund dari kata kerja be. Berbeda dengan be/am/is/are yang biasanya menunjukkan keadaan permanen, being sering digunakan untuk menekankan suatu keadaan yang bersifat sementara atau sedang berlangsung pada saat kamu dibicarakan.
Selain itu, being juga berperan penting dalam pembentukan kalimat pasif (passive voice) untuk pola continuous serta dapat berfungsi sebagai kata benda (gerund) yang merujuk pada konsep “menjadi” atau “keberadaan”.
| Fungsi | Rumus | Contoh kalimat |
| Perilaku Sementara | S + be + being + Adjective | Why are you being so quiet?(Mengapa kamu sedang bersikap sangat pendiam?) |
| Kalimat Pasif (Sedang) | S + be + being + Verb 3 | My laptop is being fixed. (Laptop saya sedang diperbaiki.) |
| Sebagai Gerund (Subjek) | Being + Adjective/Noun + … | Being a parent is a big responsibility. (Menjadi orang tua adalah tanggung jawab besar.) |
| Setelah Preposisi | Preposition + being + Adj/Noun | Thank you for being honest with me. (Terima kasih karena telah bersikap jujur padaku.) |
Penggunaan Been
Secara umum, Been adalah bentuk kata kerja ketiga (past participle) dari be. Berbeda dengan being yang menekankan proses yang sedang berlangsung, been digunakan untuk menyatakan suatu keadaan atau tindakan yang sudah dimulai di masa lalu dan masih berlanjut hingga sekarang, atau untuk membentuk kalimat pasif dalam bentuk Perfect Tense.
Been tidak pernah berdiri sendiri; ia selalu didampingi oleh kata kerja bantu (auxiliary verb) seperti have, has, atau had. Penggunaan kata ini sangat krusial untuk menunjukkan durasi atau pengalaman hidup yang sudah terjadi.
| Fungsi | Rumus | Contoh Kalimat |
| Present Perfect | S + have/has + been + Comp. | I have been a member since 2020. (Saya sudah menjadi anggota sejak 2020.) |
| Present Perfect | S + have/has + been + V-ing | She has been waiting for an hour. (Dia sudah menunggu selama satu jam.) |
| Passive Voice (Perfect) | S + have/has + been + V3 | The letter has been sent. (Surat tersebut sudah dikirimkan.) |
| Past Perfect | S + had + been + Comp. | We had been there before they arrived. (Kami sudah berada di sana sebelum mereka sampai.) |

Baca juga : Has Been dan Have Been: Aturan Penggunaannya
Strategi Belajar Menguasai Be, Being dan Been
Menguasai perbedaan antara Be, Being, dan Been seringkali menjadi tantangan karena ketiganya berasal dari “akar” yang sama namun memiliki fungsi waktu (tense) dan logika yang sangat berbeda. Strategi terbaik untuk menguasainya bukan dengan menghafal rumus mati, melainkan dengan memahami konsep durasi dan status. Berikut adalah strategi belajar efektif yang bisa kamu terapkan:
Strategi Visual: Pahami Garis Waktu (Timeline)
Strategi visual untuk memahami perbedaan elemen “be” terletak pada garis waktunya seperti Be (am, is, are/was, were) digunakan untuk menetapkan identitas atau fakta statis di masa sekarang maupun lampau, sementara being memberikan penekanan pada proses yang sedang berlangsung atau perilaku yang bersifat sementara, dan been berfungsi untuk menunjukkan durasi atau pengalaman yang telah dimulai di masa lalu namun masih memiliki keterkaitan erat dengan kondisi saat ini.
Strategi Perbandingan
Strategi perbandingan melalui “Self Test” sangat efektif untuk memahami nuansa makna, kalimat “I am a kind person” menggunakan Be untuk menunjukkan status tetap atau karakter asli kamu, sedangkan “I am being kind today” menggunakan Being untuk menyoroti sikap sementara yang mungkin berbeda dari biasanya, dan “I have been kind to him for years” menggunakan Been untuk merangkum akumulasi pengalaman serta konsistensi sikap yang telah berlangsung selama bertahun-tahun hingga sekarang.
Strategi “Input” (Membaca & Mendengar)
Strategi selanjutnya adalah melalui Input (Membaca & Mendengar), dimana kamu disarankan untuk tidak hanya terpaku pada teori, tetapi aktif mengamati penggunaan bahasa dalam lagu atau film sambil mencatat setiap kemunculan kata been atau being. Melalui praktik ini, kamu dilatih untuk melakukan refleksi kritis dengan bertanya pada diri sendiri apakah konteks yang didengar merujuk pada sesuatu yang sedang terjadi (being) atau sesuatu yang sudah terjadi dan berdurasi (been), sehingga kepekaan insting kamu dalam membedakan keduanya akan terasah secara alami.
Latihan Mini Harian (5 Menit)
Latihan mini harian selama 5 menit ini dirancang untuk memperkuat insting bahasa kamu dalam membedakan penggunaan Be, Being, dan Been melalui penerapan strategi identitas, perilaku sementara, dan durasi secara konsisten, gunakan Strategi 3 soal per hari jauh lebih efektif daripada 30 soal sekali.
Praktik Aktif
Strategi Praktik Aktif merupakan langkah paling penting dalam penguasaan bahasa yang dapat dilakukan dengan cara menulis jurnal pendek untuk merekam pikiran, melakukan self-talk atau berbicara sendiri guna melatih kelancaran, serta mengirim pesan chat atau voice note agar kamu terbiasa menggunakan bentuk be, being, dan been secara spontan dalam komunikasi sehari-hari.
Baca Juga:
Perbedaan Should Dan Must Dalam Bahasa Inggris
Belajar Penggunaan Be dalam Bahasa Inggris
Memahami perbedaan antara Be, Being, dan Been adalah kunci untuk meningkatkan ketepatan dan kedalaman makna dalam komunikasi bahasa Inggris kamu. Secara sederhana, Be menetapkan identitas atau fakta yang statis, Being menangkap dinamika proses yang sedang berlangsung atau perilaku yang bersifat sementara, sementara Been merangkum durasi serta akumulasi pengalaman dari masa lalu hingga kini. Dengan menguasai ketiga pilar ini melalui pemahaman garis waktu (timeline) dan praktik yang konsisten, kamu tidak lagi sekedar merangkai kata, melainkan mampu menyampaikan konteks situasi dengan sangat akurat dan profesional.
Meskipun rumusnya terlihat jelas, tantangan sesungguhnya adalah menggunakan Be, Being, dan Been secara spontan tanpa harus berpikir lama saat berbicara. Di ICAN English, kami menyediakan lingkungan belajar yang interaktif dan suportif untuk membantu kamu untuk mengubah teori tersebut menjadi percakapan sehari-hari. Melalui metode praktis yang berfokus pada percakapan nyata dan bimbingan tutor yang ahli, kami akan memastikan kamu tidak hanya paham secara logika, tetapi juga percaya diri saat menggunakannya dalam diskusi profesional maupun pergaulan sehari-hari. Mari bergabung dengan ICAN English sekarang, dan transformasi kemampuan bahasa Inggris kamu menjadi lebih fasih, tepat, dan berkarakter!





